Chimera Project The Gifted Ones

Chapter 1 Moira’s Dream

Moira’ Dream Aku tidak tahu dimana aku berdiri saat ini. Tempat ini terasa asing bagiku. Disekelilingiku diselimuti kabut yang pekat, aku bahkan tak dapat memandang kakiku sendiri.

Chapter 2 Insan-Insan yang berbakat.

Insan-Insan yang berbakat. Dua hari aku memikirkan tawaran pekerjaan yang diajukan Mrs. Rose. Persis seperti dugaanku, mama mendukungku untuk menerimanya.

Chapter 3 Para Tamu Yang Istimewa

Dari helikopter yang terbang tinggi, pulau itu nampak kecil. Semakin mendekat, aku bisa melihat sebuah bangunan yang besar, berbentuk benteng kotak memanjang di tengah-tengah pulau.

Chapter 4 Pertarungan yang Mematikan

Rombongan berikutnya yang memasuki The Arena, adalah dua orang prajurit yang mengawal seorang pria yang diberangus pada mulutnya serta kedua tangannya diborgol kebelakang.

Chapter 5 Pertemuan dengan Jeff the Hacker

Aku tak menyangka Tuan Jonah hapal nama, bahkan nama lengkapku. Padahal sebelumnya berkali-kali dalam setiap percakapan dia memanggilku 'Bocah'.

Chapter 6 Henry, Pria Ganteng Ahli Telepati

Kami berjalan menuju sel Henry yang terletak di belakang. Dari arah kami berada sekarang, yaitu mess penjagaan depan, kami harus melewati dua pos penjagaan prajurit, pos penjagaan tengah dan pos belakang.

Chapter 7 Ron, Anak Indigo

Setelah mengunjungi Henry, aku dan Mrs. Rose berjalan bersama-sama menjauhi sel. Melewati pos penjagaan tengah, aku tidak sabar lagi untuk membuka percakapan, karena ada hal yang mengganjal di pikiranku

Chapter 8 Risty dan Curly, Para Penjelajah Waktu

Pagi itu aku sudah menunggu Mrs. Rose di depan kamar,  duduk di tangga pintu kamarku,  kala wanita yang menarik itu menjemputku seperti biasa. “Pagi, Moi,“ sapanya. “Pagi, Mrs. Rose.”

Chapter 9 Rado, Sang Elektrokinesis

Aku dan Mrs. Rose berjalan menunduk meninggalkan kamar Risty,  kami berjalan ke arah ruang makan, untuk makan siang. Terbayang di pikiranku sesudah makan siang kami akan menjumpai Rado. Obyek observasi kami yang ketiga hari ini. 

Chapter 10 Mrs. Rose yang Fenomenal

Pagi itu, aku beringsut turun dari tempat tidur Angel, kupandang wajah Angel yang nampak damai, sesungging senyum nampak di bibirnya. Dengan perlahan aku membuka pintu, aku terkejut, sesosok pria bertubuh kecil ada di hadapanku.

Chapter 11 Leman Sang Fakir

Aku dan Mrs. Rose mendatangi mereka, satu tangan Dragono berkacak pinggang, sementara satu tangannya lagi mengusap-usap dagunya yang licin, aku merasa badanku bertambah kecil di hadapannya.

Chapter 12 Vicko, Psikopat yang Genius

Mrs. Rose tetap berjalan melenggang tanpa menoleh, lalu menjawab, "Tenang saja Moi, kerjakan saja tugasmu dengan baik, nanti kita berikan hal yang luar biasa bagimu. Tugasmu berhasil, kau dapatkan penghargaan, supaya kau semangat kerja. Dan jangan tanya hadiahnya apa, masak hadiah harus diberitahu apa isinya."

Chapter 13 Siapakah yang bisa kupercaya?

Vicko berteriak ke arahku, “Baliklah ke rumahmu! Sebelum semuanya terlambat, gadis cilik! Kau dipilih bekerja disini, bukan kebetulan, seperti papamu, kau bakal jadi korban konspirasi!”

Chapter 14 The Dangerous Puzzle

Aku mengatur nafasku, mencoba untuk tidak tampil stress, karena Angel sudah cukup berat tekanan hidupnya. "Angel, coba ceritakan bagaimana Angel bisa masuk ke masa lalu." pintaku sambil mengalihkan pembicaraan tentang duel yang bakal terjadi.

Chapter 15 Presentasi Moira

“Moi, heii.. Moi..”  Mrs. Rose berseru di belakangku. Aku menghentikan langkah dan tersenyum padanya. “Mau kemana?  Ini sudah jam makan siang.   Ayo makan siang sama-sama,” ajak Mrs. Rose yang seperti biasa tampil modis dan rapi. 

Chapter 16 Ketakutan Henry

Di depan sel Henry  kulihat Dragono telah berdiri di sana, beserta dua prajurit. Dragono membuka sel Henry,  sesaat kemudian Henry bersimpuh di kaki Dragono, 

Chapter 17 Mengurai konspirasi Jahat

Henry tampak sangat tergoncang, walau dia berusaha tegar, nampak dari raut wajahnya kecemasan. "Henry, tenangkan dirimu, malam ini jangan dengar suara mereka, biarlah mereka merencanakan yang jahat. Suatu saat pasti terbongkar.

Chapter 18 Kebrutalan Vicko

Aku dan Mrs. Rose berjalan menuju ke ruang pemeriksaan. Di situ nampak Tuan Jonah sudah siap di ruang pengamatan. “Selamat siang, Tuan Jonah,” sapaku pada pemimpin tertinggi Chimera Project yang menatapku dengan...

Chapter 19 Diintai oleh Sang Maut

Siang itu seperti habis terjadi 'kehebohan besar' di ruang makan. Para prajurit yang sedang makan nampak tidak suka saat aku dan Mrs. Rose melewati mereka. Mata mereka melirik kepadaku, dengan wajah yang tidak bersahabat.

Chapter 20 Kemarahan Rado

Sikap yang barusan ditunjukkan oleh Jeff, membuatku bingung, tetapi aku tidak mau ambil pusing lagi.Aku harus percaya dan mengandalkan diriku sendiri. Aku kembali ke kamarku lalu mengunci pintunya, dan menilai hasil tes yang dikerjakan Leman.

Chapter 21 Emba Kilara dan Jendral Manton

"Aku, aku menyerah." kata Rado sambil tangan kirinya terangkat keatas sementara tangan kanannya yang terborgol dengan Codi tetap tergantung dekat lantai.

Chapter 22 Alfa yang Dahsyat

Penglihatan dan pendengaran tentang Emba, Brendy, Tuan Jonah serta Jendral Manton terhenti. Aku kebingungan, mengapa penglihatan dan pendengaran tentang hal itu bisa terpampang ke diriku?

Chapter 23 Persiapan Pertarungan Final

Aku membuka pintu kamarku,  "Oh, Moi ... Moi terpeleset kok Mrs. Rose, mengantuk jalan ke kamar mandi terus jatuh." Wajah Mrs. Rose mengernyit, dia memakai kaos katun bergambar panda, dan celana pendek, matanya setengah terbuka menatapku.

Chapter 24 Kado untuk Angel

"Ah tidak, gadis ini taat dan kerja sesuai koridornya kok." jawab Jeff sambil menatap wajahku. Kemarahanku langsung surut, aku teringat saat aku chat dengan Adrian, berkeluh kesah tentang kondisi pulau Chimera,  kartu AS ku dipegang Jeff!

Chapter 25 Kebimbangan Moira

"Tidak disangka, ternyata Angel bisa menyanyi dan menari." pujiku. "Ya dan suara Angel ternyata mirip Celine Dion, suaranya paling satu oktaf dibawahnya, benar-benar tidak surprise." imbuh Mrs. Rose.