{"id":127,"date":"2020-07-16T15:02:28","date_gmt":"2020-07-16T08:02:28","guid":{"rendered":"https:\/\/mordekhaivon.com\/?p=127"},"modified":"2020-07-16T16:09:42","modified_gmt":"2020-07-16T09:09:42","slug":"chapter-14-the-dangerous-puzzle","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mordekhaivon.com\/?p=127","title":{"rendered":"Chapter 14 The Dangerous Puzzle"},"content":{"rendered":"\n<p>Aku mengatur nafasku, mencoba untuk tidak tampil stress,&nbsp;<br>karena Angel sudah cukup berat tekanan hidupnya.<br>&#8220;Angel, coba ceritakan bagaimana Angel bisa masuk ke masa lalu.&#8221;&nbsp;<br>pintaku sambil mengalihkan pembicaraan tentang duel yang bakal terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Angel tidak langsung menjawab,&nbsp;<br>bulu matanya yang lentik berkali-kali mengerjap,&nbsp;<br>seolah Angel mencoba berpikir keras<br>sebelum menemukan jawabannya.<br>&#8220;Emmm&#8230;<br>kuncinya ada pada situasi, aroma, sensasi yang tepat Moi.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku mencoba untuk tidak tersenyum,&nbsp;<br>asosiasiku melayang pada minum kopi,&nbsp;<br>ada aroma, sensasi yang tepat.<br>Namun,&nbsp;<br>dari raut muka Angel,&nbsp;<br>dia nampak serius&nbsp;<br>dengan ucapannya,&nbsp;<br>jawaban Angel sulit dimengerti namun dia menjawab dengan sungguh-sungguh.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Maksudnya bagaimana Angel?&nbsp;<br>Moi benar-benar tidak mengerti?&#8221;&nbsp;<br>tanyaku sambil merangkul pundaknya.<br>Angel menghela napasnya, matanya yang besar melihat ke atas,&nbsp;<br>kepalanya miring kekiri sebelum menjawab,&nbsp;<br>nampak dia mencoba mengingat sesuatu.<br>&#8220;Moi, Angel sudah berkelana di masa lalu,&nbsp;<br>ada suatu waktu dimana Angel melihat pendahulu Angel&#8230;<br>Lalu Angel terlempar jauh di mana masa dunia tercipta&#8230;<br>Kita ini satu kesatuan Moi&#8230;&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku merinding mendengar jawaban Angel,&nbsp;<br>gadis ini ternyata telah berkelana jauh di masa lalu, bahkan mungkin masa yang tak pernah terbayangkan manusia.<br>Suatu perjalanan yang mistis, ajaib dan hanya Angel yang tahu.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Saat itu Angel melihat kehampaan, gelap, sunyi, kosong&#8230;&nbsp;<br>tiba-tiba ada suatu ledakan, dari ledakan Angel melihat suatu bola-bola kecil yang makin lama membesar&nbsp;<br>lalu membelah&#8230;<br>Membelah menjadi suatu bentuk lain ada yang jadi dunia, air, pohon, manusia, hewan bermacam-macam mahluk hidup.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku terhenyak,&nbsp;<br>seumur hidupku&nbsp;<br>belum pernah mendengar cerita yang ganjil seperti ini,&nbsp;<br>namun dari tatapan mata dan wajahnya yang serius Angel nampaknya tidak sedang berbohong.<br>Apalagi dengan kejadian yang kulihat tempo hari,&nbsp;<br>pak Iskandar seorang komisaris polisi mempercayai cerita Angel.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku mengelus-elus pundaknya sambil bertanya,<br>&#8220;Apa hubungannya hal ini dengan sensasi dan aroma tadi Angel ?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Justru itulah Moi,&nbsp;<br>mengapa kita semua terhubung,&nbsp;<br>ada materi di suatu benda itulah yang menghantarkan kita ke masa lalu,&nbsp;<br>karena kita adalah bagian dari masa lalu,&nbsp;<br>masa dimana kita menjadi satu.&#8221;<br>Belum selesai aku mencerna kalimatnya,&nbsp;<br>Angel bertanya,<br>&#8220;Moi pernah tidak merasakan bahwa&#8230;&nbsp;<br>Moi pernah mengunjungi suatu tempat&#8230;<br>Moi merasa sudah mengunjunginya?<br>Tetapi Moi belum pernah kesitu?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Oh itu istilahnya Dejavu, Angel.<br>Ya, Moi pernah merasakannya,&nbsp;<br>bahkan saat tiba di sini Moi merasa familiar dengan tempat ini.&#8221;&nbsp;<br>aku mencoba menerangkan apa yang diuraikan Angel dengan istilah.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Nah, seperti itulah Moi, kemungkinan leluhur&nbsp;<br>atau pendahulu kita pernah disini, jadi aroma, sensasi yang tepat memicu hal tersebut&#8230;<br>karena darah yang mengalir sampai ke otak kita,&nbsp;<br>ke hidung kita,<br>saraf peraba kita,&nbsp;<br>ke mata kita&#8230;&nbsp;<br>sudah diwarisi hal tersebut.<br>Bedanya Angel semakin peka karena lebih sering pergi ke masa lalu.&#8221;&nbsp;<br>terang Angel sambil wajahnya menunduk melihat lantai.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku terdiam,&nbsp;<br>penjelasan Angel membuatku terbersit&nbsp;<br>ingatan akan papa,&nbsp;<br>apakah papa pernah menginjakkan kakinya ke tempat ini ?<br>Sehingga aku merasa Dejavu dengan tempat ini?<br>Karena susunan DNA kami sama, sehingga terkoneksi ?<\/p>\n\n\n\n<p>Mulutku sebenarnya sudah ingin bertanya kepada Angel tentang papaku,&nbsp;<br>namun kutahan,&nbsp;<br>mengingat keadaan Angel yang selalu dalam kondisi tertekan,&nbsp;<br>lagipula siapkah diriku bila mengetahui papa sudah&#8230; tiada?<\/p>\n\n\n\n<p>Aku mengurungkan niatku untuk bertanya lebih lanjut, dan mengingat pekerjaanku yang masih banyak,&nbsp;<br>n resiko bahwa hal yang terburuk mungkin telah menimpa papa,&nbsp;<br>serta Angel bisa mengalami trance yang berat.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Oke, Angel,&nbsp;<br>terimakasih sudah bincang-bincang dengan Moi.&nbsp;<br>Ini sudah larut malam dan juga Moi harus segera membuat laporan,&nbsp;<br>sampai jumpa ya Angel.&#8221;<br>Aku merebahkan Angel&nbsp;<br>ke tempat tidurnya&nbsp;<br>lalu menyelimutinya, kuberikan lambaian tangan sebelum aku menutup pintu.<br>Angel hanya mengangguk sambil memeluk boneka gonzonya.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku melanjutkan pekerjaanku malam itu, interaksi dengan para insan berbakat di tempat ini membuatku benar-benar terbeban karena mereka komplek dengan segala kelebihan maupun permasalahannya.<br>Dan khusus Vicko aku harus bersikap tidak menjabarkan tentang manipulasi Vicko pada test psikologinya dimasa lalu,&nbsp;<br>sehingga dia dinyatakan psikopat.<\/p>\n\n\n\n<p>Esok paginya Mrs. Rose mengetuk pintu kamarku, aku terkejut,&nbsp;<br>rupanya aku kesiangan.<br>Kubuka pintu kamarku, kututup mulutku dengan tanganku,&nbsp;<br>maklum belum sempat mandi dan menyikat gigi.<br>&#8220;Maaf Mrs. Rose tunggu&nbsp;<br>di ruang makan ya,&nbsp;<br>aku mau bersih-bersih diri dulu sebentar.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>10 menit kemudian aku berlari ke ruang makan.<br>Mrs. Rose duduk di salah satu bangku.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat aku melewati bangkunya Mrs. Rose menyentuh pundak ku.<br>\u201cBagaimana tidurmu, Moi?\u201d Sapa Mrs. Rose dengan ramah.<br>\u201cOh, aku hanya bisa tidur beberapa jam saja,&nbsp;<br>sibuk mengejar laporan awal ke Tuan Jonah.<br>Tunggu ya Mrs. Rose,&nbsp;<br>aku mau ambil makan dulu.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku mengambil nampan&nbsp;<br>dan mengantri sarapan pagi.<br>Mrs. Rose berdiri disampingku, ikut mengantri.<br>\u201cKamu hari ini bebas deh mau mengobservasi siapa.<br>Yang penting nanti sore kau presentasikan apa yang kau dapat selama disini.<br>Tuan Jonah minta jam 5 sore kau presentasikan di ruang interogasi.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYa, Mrs. Rose.<br>Tolong dukung ya,<br>supaya presentasiku bisa diterima oleh Tuan Jonah.<br>Hari ini aku mau ketemu dan mengobservasi Ronald.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKali ini biar Dragono yang mendampingi, Moi,\u201d ucap Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>Deg!&nbsp;<br>Hanya mengobservasi bocah kecil,&nbsp;<br>mengapa harus didampingi tangan kanan Tuan Jonah yang tinggi besar seperti kingkong,&nbsp;<br>si Dragono itu?&nbsp;<br>Aku bukannya mau mengobservasi Leman atau Vicko lho,&nbsp;<br>pikirku dalam hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidakkah Mrs. Rose ingin mendampingiku seperti biasa?&nbsp;<br>Apakah&#8230;<br>wanita itu kini menjaga jarak denganku?<\/p>\n\n\n\n<p>Kesunyian melingkupi kami berdua.&nbsp;<br>Kami masing-masing sibuk dengan sarapan kami.Rasanya canggung sekali.Posisi duduk kami saling berhadapan,&nbsp;<br>namun seolah jarak diantara kami beribu kilometer jauhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tuan Jonah berhenti di meja kami sambil membawa nampan sarapan paginya. \u201cRose.&nbsp;<br>Aku mau ke ibukota.<br>Tiga hari lagi aku baru pulang.&nbsp;<br>Ada titipan tidak?\u201d<br>Dadaku berdesir.&nbsp;<br>Tuan Jonah akan ke ibukota, dan sepulangnya dari sana, ia akan mengadakan duel lagi,&nbsp;<br>seperti ucapan Angel semalam.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cOh, tidak, Tuan Jonah.Mungkin Moi,&nbsp;<br>ada yang mau dibeli dari kota?\u201d<br>\u201cTuan Jonah,&nbsp;<br>Moi ada permintaan barang yang sudah kutitipkan ke mama.&nbsp;<br>Semua barang titipan siap 5 hari dari sekarang.&nbsp;<br>Sekarang Moi mau observasi Ronald dulu ya.&nbsp;<br>Lalu Angel.&nbsp;<br>Mari Tuan Jonah,\u201d&nbsp;<br>ujarku pamit untuk segera pergi menjauh dari kedua orang ini, dan balik ke kamarku.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat aku sedang berada di kamarku,<br>tiba-tiba suatu gambaran masuk ke pikiranku,&nbsp;<br>gambaran yang nyata mirip dengan melihat film,&nbsp;<br>atau mengalami mimpi. Anehnya ini di pagi hari dan aku serasa mengalami mimpi yang nyata.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku melihat dengan jelas&nbsp;<br>di ruangan kantor&nbsp;<br>Tuan Jonah,&nbsp;<br>ada Tuan Jonah&nbsp;<br>dan Mrs. Rose sedang duduk berhadap-hadapan.<br>Tiba-tiba mereka berbicara<br>\u201cAnak ini mulai apatis denganku Tuan Jonah&#8221;,&nbsp;<br>kata Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDia tetap tanggung jawabmu, Rose,&nbsp;<br>awasi dia terus,\u201d<br>kata Tuan Jonah sambil berkacak pinggang.<br>&#8220;Maka dari itu dia pagi ini bersama dengan Dragono.&#8221;Kata Mrs. Rose.<br>Gambaran dan pendengaran tiba-tiba menghilang&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku terhenyak&nbsp;<br>Ini terjadi lagi&#8230;<br>melihat dan mendengar percakapan mereka.<br>Jadi di belakangku,&nbsp;<br>Tuan Jonah dan Mrs. Rose terus membicarakan diriku.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Moi, sst Moi&#8230;&#8221;&nbsp;<br>suara Henry bergema&nbsp;<br>di pikiranku.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku memusatkan pikiranku untuk berkomunikasi lewat telepati dengannya,&nbsp;<br>&#8220;Hi, Henry bagaimana kabarmu?&#8221; sapaku.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Aku hampir gila Moi, semalam darah keluar dari hidungku,&nbsp;<br>ada pembuluh darah yang pecah di dalam hidungku.<br>Gara-gara aku adu kuat telepati dengan seseorang disana,&nbsp;<br>dia mencoba blok lalu lintas telepati yang terjadi,&nbsp;<br>saat aku berusaha masuk.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Hah,&nbsp;<br>sekarang bagaimana kondisimu Henry ?&#8221;&nbsp;<br>tanyaku cemas.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Sudah tidak berdarah lagi, kepalaku seperti ada yang mencengkram saat itu, kekuatan pikirannya semakin meningkat dari hari ke hari.&#8221; ujar Henry.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Siapa dia Henry?&nbsp;<br>Mengapa dia tidak mengizinkan kau berkomunikasi dengannya?&#8221; aku tercekat ketakutan dan kebingungan atas peristiwa ini.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Aku tidak tahu Moi,&nbsp;<br>mereka banyak orang,&nbsp;<br>ada yang bernama Alfa,&nbsp;<br>Beta, Charlie dan seterusnya,&nbsp;<br>tidak tahu berapa orang&#8230; tetapi mereka banyak.<br>Mereka menyamarkan identitasnya dengan nama panggilan.&#8221;<br>jelas Henry lewat telepati kepadaku.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kau harus hati-hati Henry, apa yang sempat kau dengar dari mereka?&#8221; tanyaku penasaran..<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Mereka bersekongkol mau segera melaksanakan rencana,&nbsp;<br>mereka bilang plan A harus segera jalan.<br>Entah apa yang dimaksud dengan plan A itu,&nbsp;<br>mereka mengetahui gelombang pikiranku mendengar telepati mereka, langsung aku diserang.<br>Moi, hidupku bergantung padamu.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTrims, sobatku Henry&nbsp;<br>yang baik.&nbsp;<br>Kau harus kuat&nbsp;<br>supaya aku tidak lemah.<br>Sorry, kemarin aku membentakmu.\u201d&nbsp;<br>kataku mencoba menghiburnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTidak apa-apa kok.&nbsp;<br>Lupakan sajalah yang sudah berlalu.&nbsp;<br>Aku orangnya tidak mudah tersinggung kok,&nbsp;<br>asal kau hari ini datang ke selku.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Hari ini aku repot Henry, sore nanti presentasi dengan kemampuanku yang minim.<br>Aku diharuskan presentasi oleh Tuan Jonah.<br>Omong-omong,&nbsp;<br>kamu sudah sarapan?\u201d tanyaku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAku ngg&#8230;belum nafsu makan.\u201d&nbsp;<br>kata Henry seolah ogah-ogahan.<br>\u201cOh Henry.&nbsp;<br>Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?&nbsp;<br>Kamu harus makan.&nbsp;<br>Kalau kamu terus-terusan tidak makan minum,&nbsp;<br>kamu bisa bertahan berapa hari?&nbsp;<br>Angel bilang,&nbsp;<br>enam hari lagi akan ada duel lagi.&nbsp;<br>Ada dua petarung datang.<br>Leman juga ikut di adu.Mungkin saat itulah moment kita untuk kabur.&nbsp;<br>Aku yang bawa jerigen bensin dan kunci untuk membuka rantai speed boat.<br>Kau yang atasi penjaga.<br>Kondisimu harus fit, Henry. Siapa tahu kita harus berlari cepat,&nbsp;<br>atau sedikit dorong-dorongan&nbsp;<br>dengan penjaga.\u201d&nbsp;<br>aku mencoba membuatnya bersemangat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKok dorong-dorongan Moi, mereka itu prajurit terlatih.<br>Aduh Moi,&nbsp;<br>dari aku duduk di taman kanak-kanak,&nbsp;<br>aku tidak pernah berkelahi dengan orang lain.&nbsp;<br>Paling cuma adu mulut saja.Bertarung fisik sama sekali bukan keahlianku.\u201d&nbsp;<br>protes Henry.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBukan keahlianku juga. Waktu aku sekolah,&nbsp;<br>aku cuma dua kali tarik-tarikan rambut sama temen SMP.&nbsp;<br>Kalaupun kita bisa melarikan diri kita berdua saja.<br>Ah alangkah senangnya andai aku memiliki kemampuan super untuk bisa membuat tubuhku tak kasat mata,\u201d sahutku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cLhah&#8230;<br>Kamu terlalu banyak nonton film kartun, Moi.\u201d&nbsp;<br>tukas Henry seolah gemas, terdengar di pikiranku.<\/p>\n\n\n\n<p>Senyumku merekah, memang kuakui&nbsp;<br>masa kecilku kulewati dengan banyak menonton film kartun karena hiburan favoritku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAku jadi merinding.&nbsp;Kabur dari sini bukan sesuatu yang mudah dilakukan, Moi.&nbsp;<br>Kalaupun kita berhasil kabur dengan speedboat,&nbsp;<br>bisa-bisa kita ditembaki.<br>Kalau aku bisa memanipulasi pikiran seorang pilot helikopter tamu yang datang,&nbsp;<br>mungkin lebih praktis.&nbsp;<br>Kita tinggal menyelinap masuk,&nbsp;<br>lalu&#8230;<br>bbrrr&#8230;.<br>sukses deh pelarian kita.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSsst..Hen,&nbsp;<br>Dragono mendekatiku.\u201d<br>Dragono, sang pria raksasa itu mendatangiku dengan langkahnya yang lebar dan cepat.&nbsp;<br>Suara sepatu botnya terdengar berdebum-debum menggetarkan lantai.<br>Sosok besarnya sungguh mengintimidasiku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMengapa kamu memilih Ron untuk kunjunganmu, Bocah?\u201d ujar Dragono membuka percakapan.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku sungguh tidak suka akan panggilan \u2018bocah\u2019 ini.<br>\u201cNamaku Moira,&nbsp;<br>pak Dragono<br>bukan bocah,\u201d&nbsp;<br>sahutku sambil menghembuskan nafas.<\/p>\n\n\n\n<p>Dragono menatapku lekat.&nbsp;<br>\u201cHmm&#8230;<br>Kau memang bocah,&nbsp;<br>lihat saja perawakanmu kecil dan kurus seperti itu.<br>Ayahmu yang tentara harusnya malu punya anak seperti kau.<br>Dan harap kau tidak mengatur diriku<br>karena kau bukan atasanku.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Aku menarik napas.&nbsp;<br>\u201cMaksud Moi,&nbsp;<br>Pak Dragono mungkin memiliki pekerjaan lain yang lebih penting.&nbsp;<br>Moi rasa menemani Moi mengobservasi Ronald,&nbsp;<br>lalu Angel akan sangat membosankan bagi bapak.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Dragono melipat kedua tangannya di depan dada. \u201cTidak.&nbsp;<br>Aku ditugaskan untuk mendampingimu, bocah.<br>Kau tahukan di militer, otoritas dan kepatuhan adalah nomor satu.&nbsp;<br>Walau tidak suka dengan perintah pun harus dijalani, bahkan bila resikonya tewas.<br>Permintaanku satu,<br>kau harus fokuskan mencari tahu bagaimana Ronald bisa indigo,&nbsp;<br>kemampuan anak itu harus kamu kuak misterinya, bagaimana itu bisa terjadi.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Aku tersenyum,&nbsp;<br>\u201cIndigo adalah bakat alami seseorang sejak kecil, Pak Dragono.&nbsp;<br>Bukan hasil rekayasa atau ciptaan manusia.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Ekspresi Dragono nampak seperti hendak menelanku.\u201cKuak tabir itu,&nbsp;<br>supaya militer bisa mempunyai kemampuan tersebut.\u201d tukasnya seolah tidak sabar.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPerlu waktu Pak Dragono.Moi harus mengobservasi mendalam tentang fenomena Indigo ini.&nbsp;<br>Lalu mengapa kemampuan indigo bisa menarik untuk dipelajari oleh militer, Pak Dragono?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBakat seperti Ron ini sangat berguna.&nbsp;<br>Antara lain bila militer bertempur akan sangat mudah untuk membedakan mana musuh,&nbsp;<br>mana teman,&nbsp;<br>terlihat dari aura orang yang yang berbuat jahat akan langsung kelihatan.<br>Bersembunyi di balik tembok, pohon pun&nbsp;<br>akan ketahuan dari aura yang dipancarkannya.&nbsp;<br>Belum lagi kemampuan mendeteksi penyakit yang didapat dari efek indigo,&nbsp;<br>lalu membedakan mana makanan yang bermanfaat bagi tubuh,&nbsp;<br>mana yang tidak.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKarena Ron punya gangguan perkembangan, dia hiperaktif,&nbsp;<br>maka hari ini Moi akan coba masuk ke alam bawah sadar Ronald, Pak Dragono.<br>Dengan hipnoterapi memudahkan Moi untuk lebih banyak waktu<br>Melalui hipnoterapi.&nbsp;<br>Hanya saja Moi harus mendapat kepercayaannya secara penuh.&nbsp;<br>Disinilah perlunya hati&nbsp;<br>yang tulus dari Moi,&nbsp;<br>supaya tidak kena&nbsp;<br>mental blocking dari Ron.&nbsp;<br>Pak Dragono mohon bantuan untuk tenang dan support ya, saat nanti Moi terapi Ronald.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Aku tersenyum pada dua tentara yang bertugas di pos jaga,&nbsp;<br>\u201cSelamat pagi.<br>Moi mau ke tempat Ronald.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Salah seorang tentara berdiri dan mengantarku ke kamar Ronald.&nbsp;<br>\u201cSilahkan, Miss.\u201d<br>\u201cTerima kasih ya,&nbsp;<br>pak Rupert.\u201d&nbsp;<br>Balasku setelah membaca nama di dada tentara itu.<br>Rupert membalas dengan hormat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHallo Ron, selamat pagi,\u201d sapaku.<br>Ronald sedang berada di ranjang&nbsp;<br>Ia sedang membaca sebuah buku.<br>Dragono mengikutiku masuk kamar Ronald.&nbsp;<br>Ia menyilangkan tangannya di depan dada dan berdiri dalam diam.&nbsp;<br>Baguslah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBaca apa, Ron?\u201d tanyaku.<br>Ronald posisi duduk di ranjangnya,&nbsp;<br>ada bantal yang menyangga punggungnya.<br>Aku beringsut mendekati Ron lalu duduk di sampingnya.&nbsp;<br>Kupandang kamar Ron cukup bersih,&nbsp;<br>syukurlah,&nbsp;<br>kebersihan di Chimera ini rupanya cukup mendapatkan prioritas.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIni kisah tentang nelayan tua, Kak Moi.\u201d<br>\u201cOh, Kak Moi pernah baca juga buku itu.&nbsp;<br>Mari kita baca bersama-sama.<br>Laut itu memang luar biasa sumber dayanya ya?\u201d kataku antusias.<br>\u201cDan gelombang samuderanya sungguh tidak terbatas kekuatannya,\u201d&nbsp;<br>balas Ron.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cRon, andaikan bisa,&nbsp;<br>kira-kira Ron mau tidak mendapat kekuatan samudera?&nbsp;<br>Nanti Kak Moi beri permainannya, Ron.\u201d<br>ujarku memancing perhatiannya<br>\u201cPermainan laut, Kak Moi? Assiik.Aku mau, Kak.\u201d<br>\u201cOke.&nbsp;<br>Ron coba duduk tenang, ya.Kak Moi pinjam bukunya sebentar dulu, ya.\u201d&nbsp;<br>Aku mengambil buku di tangan Ron.&nbsp;<br>\u201cSekarang Ron pejamkan mata.&nbsp;<br>Anggukan kepala Ron saat Ron suka dengan kalimat kak Moi.<br>Bayangkan Ron sedang melihat pantai yang indah di pagi hari.&nbsp;<br>Pasirnya putih bersih.&nbsp;<br>Aneka kerang tersebar di seluruh penjuru pantai.Pohon-pohon nyiur yang tinggi bergoyang-goyang&nbsp;<br>di terpa angin.&nbsp;<br>Ron berlari mendekati tepi pantai itu.&nbsp;<br>Pantainya teduh dan sejuk.Matahari sedang bersembunyi di balik awan.\u201d<br>Ron memejamkan matanya, nampak mengikuti instruksiku membayangkan segala perkataanku,&nbsp;<br>terbukti berkali-kali dia mengangguk.&nbsp;<br>Bibirnya juga mengembangkan seulas senyum.<br>\u201cAir lautnya berwarna biru muda, sepasang kaki Ron menginjak pasir yang lembut dan basah.&nbsp;<br>Nikmati jalan-jalanmu, Ron.Indah ya Ron?\u201d<br>\u201cIndah, Kak Moi,\u201d sahut Ron.<br>Aku melirik Dragono.&nbsp;<br>Pria besar itu melipat kedua tangan di depan dada. Sepasang matanya dingin dan mengawasiku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cRon merasa tenang di pantai itu.&nbsp;<br>Coba Ron ambil napas dalam melalui hidung.&nbsp;<br>Yaa, rasakan kesegarannya.Disana penuh kedamaian. Ron hembuskan napas pelan-pelan ya&#8230;\u201d<br>\u201cRon menyukai alam,&nbsp;<br>masuk,&nbsp;<br>semakin relax.<br>Semakin Ron berada di pantai itu semakin relax.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku memandu Ron dengan perlahan,&nbsp;<br>kulihat mata Ron terpejam,&nbsp;<br>di bibirnya terlihat segaris senyum tipis.<br>Ron terlihat menikmati kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Sekarang Ron mendengar tepuk tangan dari Kak Moi,&nbsp;<br>Ron harus patuh apa yang dikatakan Kak Moi.&nbsp;<br>Ron paham?&nbsp;<br>Anggukkan kepala Ron bila Ron paham.&nbsp;<br>Setiap Ron mendengar tepuk tangan dari Kak Moi,&nbsp;<br>seperti ini.&nbsp;<br>Maka Ron harus patuhi Kak Moi.\u201d<br>Aku berkata-kata sambil bertepuk tangan,&nbsp;<br>nampak bahwa Ron respon dengan proses ini,&nbsp;<br>diamengangguk saat kusuruh mengangguk.<\/p>\n\n\n\n<p>Waktu berjalan,&nbsp;<br>dan Ron dalam kondisi yang tenang, walau matanya terpejam dia selalu mengikuti sugesti yang kutanamkan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cOkay Ron sudah mulai segar sekarang,&nbsp;<br>ya&#8230;makin segar.&nbsp;<br>Dan mulai hari ini Ron semakin tenang,&nbsp;<br>semakin tenang tingkahnya, semakin baik.<br>Ya, semakin baik.<br>Dan pada hitungan ke 3,&nbsp;<br>Ron buka mata kembali.&nbsp;<br>1..<br>2&#8230;<br>3!&nbsp;<br>Bagaimana Ron?&nbsp;<br>Enakkan badannya?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYa, Kak Moi,&nbsp;<br>Ron merasa lebih fresh badannya.\u201d<br>\u201cKak Moi pamit dulu ya, Ron.Pagi ini cukup dulu.&nbsp;<br>Sampai besok ya.&nbsp;<br>Daah&#8230;\u201d<br>\u201cDaahh, Kak Moi,\u201d balas Ron sambil melambaikan tangannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku dan Dragono meninggalkan ruangan Ron, dan kami bercakap-cakap, berdiri di ruang tengah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKau apakan anak itu tadi?\u201d tanya Dragono segera.<br>\u201cMoi pasang anchor,&nbsp;<br>Pak Dragono.&nbsp;<br>Supaya sewaktu-waktu Moi mau tanya jawab,&nbsp;<br>tidak memakan waktu lama karena Ron<br>sudah patuh dengan Moi.&nbsp;<br>Moi tanam anchor supaya Ronald tidak hiperaktif,&nbsp;<br>mudah dikendalikan&nbsp;<br>dengan tepukan tangan dari Moi.&nbsp;<br>Kalau tidak ada anchor,&nbsp;<br>Moi harus berulang kali melakukan pendekatan yang memakan waktu lama untuk menterapi Ron.&nbsp;<br>Anchor juga berguna biar Ron bisa duduk tenang, bicara dengan Moi.&nbsp;<br>Disitu Moi bisa masuk ke potensi yang Ron punya. Bertanya masa lalu Ron, selanjutnya biar dia bercerita sendiri tentang apa yang dialaminya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mata Dragono terlihat datar, nampaknya dia sedang mencerna informasi dariku, \u201cKami dukung kau semaksimal mungkin,&nbsp;<br>ada beberapa bahan penelitian yang sudah kami lakukan juga kepada mereka.&nbsp;<br>Kau bisa buat untuk referensi supaya dataku juga makin lengkap.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cData?<br>Data apa, Pak Dragono?\u201d tanyaku ingin tahu.<br>\u201cNanti aku bisa bawakan dalam bentuk flashdisk.<br>Kita perlu banyak diskusi untuk hal ini, Bocah.&nbsp;<br>Kalau kamu butuh akses internet, kamu bisa minta Jeff.&nbsp;<br>Ingat, apa yang kamu akses terpantau oleh dia.&nbsp;<br>Jadi jangan macam-macam.\u201d<br>tukas Dragono,&nbsp;<br>sorot matanya tampak mengerikan bagiku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTerima kasih Pak Dragono,<br>Moi semalam sudah minta dibuka akses internetnya dari Jeff,&nbsp;<br>untuk mengambil referensi sebagai bahan kerja Moi.<br>Setelah ini kita ke kamar Angel,<br>mohon untuk Angel,<br>Moi butuh ketenangan.<br>Angel mudah tertekan.\u201d kataku perlahan dan lirih.<\/p>\n\n\n\n<p>Kamar Angel di sebelah kamar Ron,&nbsp;<br>aku membuka pintunya dengan perlahan.<br>\u201cPagi Angel,\u201d sapaku.<br>Angel tidak merespon matanya menatap lurus ke tembok.<br>Kulihat syalku orange tergeletak di ranjangnya dekat dengan bantal.<br>\u201cBagaimana tidurmu, Angel?Nyenyak tidak?\u201d lanjutku meminta perhatiannya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMoi duduk disini ya, Angel.\u201dAku melirik Dragono.&nbsp;<br>Pria itu berdiri tak jauh dariku,&nbsp;<br>tangannya kembali terlipat di dadanya yang membusung berotot.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku menatap Angel.&nbsp;<br>Wajah gadis itu nampak kuyu dan lelah.<br>Mungkin semalam setelah aku pamit,&nbsp;<br>Angel kurang tidur.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku bisa memahami Angel menghadapi banyak tekanan di masa lalu.<br>Juga siksaan dari ayahnya, belum lagi bullying dari teman-temannya.&nbsp;<br>Angel menjadi pemurung.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSudah sarapan, Angel?&nbsp;<br>Enak tidak sarapannya hari ini?\u201d sapaku dengan nada ceria.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku harus tahu dimana Angel bisa mendapatkan tempat yang nyaman.&nbsp;<br>Dalam penanganan trauma masa lalu,&nbsp;<br>aku sebelumnya pernah menghipnoterapi mencari safe place.&nbsp;<br>Safe place bagi seseorang individu berbeda.&nbsp;<br>Ada yang menyukai gunung.Ada yang laut, seperti Ronald.&nbsp;<br>Tempat masa kecil, gendongan\/pelukan ibu, dan sebagainya.&nbsp;<br>Seperti barusan Ron,&nbsp;<br>bocah indigo,&nbsp;<br>safe placenya adalah laut yang mengantarkan ombak yang tenang.&nbsp;<br>Saat sudah masuk ke&nbsp;<br>safe place,&nbsp;<br>aku akan memasukkan sugesti.<br>Ron kuberikan motivasi untuk tenang, supaya agresifitasnya teredam.&nbsp;<br>Ada lagi yang motivasi juara, ingin berprestasi, ketenangan batin<br>terapis membimbing dan mensugesti semakin kuat semakin giat dalam berprestasi dan mencapai tujuannya.<br>Seperti yang pernah kupraktekkan dengan teman-temanku kuliah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAngel, Moi ingin menjadi sahabatmu.\u201d&nbsp;<br>pintaku padanya.<br>Mata Angel berkedip perlahan seolah meresapi perkataanku,&nbsp;<br>bulu matanya lentik terlihat bergerak-gerak perlahan.&nbsp;<br>\u201cBukannya kita sudah jadi sahabat?\u201d&nbsp;<br>Angel balik bertanya,&nbsp;<br>matanya tertuju pada boneka gonzo yang dipeluknya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Hanya Moi yang mau memanggil Angel,&nbsp;<br>sementara yang lain sering menjuluki Angel dan memanggil Angel sebagai Curly&#8230;<br>Moi menghargai Angel.&#8221;&nbsp;<br>kata Angel sambil memeluk boneka tersebut lebih erat.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Mungkin mereka memanggilmu Curly karena Angel cantik,&nbsp;<br>sangat cantik karena Angel unik,&nbsp;<br>dan setiap insan punya kelebihan&nbsp;<br>Angel Taheytappi.&#8221;&nbsp;<br>kataku menyebut nama lengkap Angel.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Bahkan Moi hapal nama lengkap Angel&#8230; &#8221;&nbsp;<br>kata Angel seolah menggumam.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku tersenyum, data yang dipasrahkan kepadaku selalu kumanfaatkan untuk menarik empati,&nbsp;<br>bahkan seminggu lagi Angel berulang tahun pun aku tahu dan sudah kubelikan kado yang kubeli online kemarin saat akses internet satelit dibuka oleh Jeff.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku menggenggam tangan Angel,&nbsp;<br>Angel merespon menggenggam tanganku perlahan lalu berangsur menggengam tanganku semakin erat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAda sesuatu, Angel?\u201d tanyaku heran,&nbsp;<br>saat genggaman semakin kuat,&nbsp;<br>mata Angel terlihat melirik ke tanganku.s\u201cAngel bisa merasakan kebahagiaan Moi.&nbsp;<br>Betapa bahagianya,&nbsp;<br>kamu dan keluargamu..<br>Ooh,&nbsp;<br>Angel lihat dirimu ada di kursi sofa yang empuk.&nbsp;<br>Kursi warna hijau, keteduhan, kehangatan keluarga, keamanan.&nbsp;<br>Suasana yang nyaman.&nbsp;<br>Moi tidur nyenyak disana, walau orang tuamu sibuk bekerja, menimang adikmu.&#8221;<br>Aku tertegun,&nbsp;<br>lewat genggaman tangan yang erat yang terjadi, ternyata Angel berjalan ke masa laluku,&nbsp;<br>masa kecilku.<br>Aku justru mendapatkan gambaran dimana safe place Angel bisa didapat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAngel mau kebahagiaan Moi, tidak?&nbsp;<br>Angel pejamkan mata ya.<br>Santai saja.<br>Sekarang bayangkan di toko mebel ada sofa hijau yang empuk.&nbsp;<br>Bayangkan Angel ada di sofa hijau itu.&nbsp;<br>Yaa, Angel rasakan empuknya sofa hijau itu.Angel merasa aman disana.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Angel dengan matanya yang terpejam nampak bahagia. Bibirnya membentuk seulas senyum tipis.<br>\u201cAngel setiap kali menarik nafas,&nbsp;<br>bertambah nyaman, ya.&nbsp;<br>Rasakan kedamaian di tempat itu.&nbsp;<br>Angel, ambil napas pelan-pelan,&nbsp;<br>keluarkan pelan-pelan.&nbsp;<br>Rasakan kedamaian saat Angel mengambil napas dan menghembuskannya.<br>Dan perasaan Angel semakin damai.&nbsp;<br>Semakin dalam ya Angel.&nbsp;<br>Ya, masuk lebih damai lagi.Rasakan kedamaian disana, Angel.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaat Angel melihat sofa hijau atau benda berwarna hijau,&nbsp;<br>Angel ingat ya&#8230;<br>bahwa Angel sudah punya kedamaian.&nbsp;<br>Angel punya rasa aman juga kebahagiaan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Air mata Angel perlahan merebak dan mengalir jatuh di pipi Angel.&nbsp;<br>Air matanya laksana kristal mengalir turun ke pipinya yang berwarna sawo matang dan chubby.<br>Air mata bahagia.<\/p>\n\n\n\n<p>Kulihat Dragono memegang dagunya.&nbsp;<br>Ekspresinya serius menatap kami berdua bergantian.<br>Aku memeluk Angel,<br>badannya terasa hangat,&nbsp;<br>kurasakan air matanya yang hangat menetes ke pundakku,&nbsp;<br>mungkin Angel sudah lama tidak merasakan kasih sayang,&nbsp;<br>dia sangat haus akan kasih sayang.<\/p>\n\n\n\n<p>Hampir 2 jam sudah aku berada di kamar Angel.<br>Aku senang dengan kemajuan yang di dapat.Angel nampak lebih tenang dan bersemangat sekarang.<br>Sorot matanya nampak berbinar, dan bibirnya nampak senyuman tipis.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSekarang Angel merasa nyamankan,&nbsp;<br>mau lihat televisi atau dengar radio?<br>Moi harus pergi,<br>karena Moi ingin menyelesaikan tugas Moi.<br>Okey Angel,&nbsp;<br>Moi balik dulu ya,&nbsp;<br>sampai jumpa lagi.\u201d<br>Angel mengerjapkan matanya dan menyeka pipinya,&nbsp;<br>\u201cYa, Moi.&nbsp;<br>Sampai jumpa lagi.&nbsp;<br>Terima kasih ya sudah mau menjadi sahabat Angel.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat kami keluar dari kamar Angel,\u00a0<br>Dragono berkata,\u00a0<br>\u201cKamu hebat juga, Bocah.Belum pernah aku lihat Curly setenang dan tersenyum seperti itu.\u201d<br>\u201cAngel sudah terlalu lama menderita, Pak Dragono. Sepanjang hidupnya ia selalu dibayangi ketakutan dan menderita.\u00a0<br>Tadi Moi terapi agar\u00a0<br>jiwanya damai dan masa lalunya yang pahitnya bisa hilang.<br>Terimakasih mau mendampingi Moi,\u00a0<br>pak Dragono.<br>Selanjutnya, Moi olah data dulu ya, Pak Dragono.\u201d<br>Aku mengangguk lalu berjalan menuju kamarku.<\/p>\n\n\n\n<p>GLOSSARY<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Skizofrenia<\/strong> ditandai dengan pemikiran atau pengalaman yang nampak tidak berhubungan dengan kenyataan, ucapan atau perilaku yang tidak teratur dan penurunan partisipai dalam aktivitas sehai-hari.kesulitan dalam berkosentrasi dan mengingat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aku mengatur nafasku, mencoba untuk tidak tampil stress,&nbsp;karena Angel sudah cukup berat tekanan hidupnya.&#8220;Angel, coba ceritakan bagaimana Angel bisa masuk ke masa lalu.&#8221;&nbsp;pintaku sambil mengalihkan pembicaraan tentang duel yang bakal terjadi. Angel tidak langsung menjawab,&nbsp;bulu matanya yang lentik berkali-kali mengerjap,&nbsp;seolah Angel mencoba berpikir kerassebelum menemukan jawabannya.&#8220;Emmm&#8230;kuncinya ada pada situasi, aroma, sensasi yang tepat Moi.&#8221; Aku [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[144,147,125,16,146,139,145,141,140,138,126],"class_list":["post-127","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-chimera-project-the-gifted-ones","tag-action","tag-action-romance","tag-chapter-14","tag-chimera-project-the-gifted-ones","tag-novel","tag-novel-psikologi-indonesia","tag-psikologi-indonesia","tag-psychological-thriller","tag-psychological-thriller-action-romance","tag-romance","tag-the-dangerous-puzzle"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/127","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=127"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/127\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":129,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/127\/revisions\/129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}