{"id":120,"date":"2020-07-16T14:10:27","date_gmt":"2020-07-16T07:10:27","guid":{"rendered":"https:\/\/mordekhaivon.com\/?p=120"},"modified":"2020-07-16T16:10:06","modified_gmt":"2020-07-16T09:10:06","slug":"chapter-11-leman-sang-fakir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mordekhaivon.com\/?p=120","title":{"rendered":"Chapter 11 Leman Sang Fakir"},"content":{"rendered":"\n<p>Aku dan Mrs. Rose mendatangi mereka,&nbsp;satu tangan Dragono berkacak pinggang, sementara satu tangannya lagi mengusap-usap dagunya yang licin,&nbsp;aku merasa badanku bertambah kecil di hadapannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sel Leman terletak nomor dua dari pojok sebelum pintu masuk The Arena,&nbsp;sel tersebut tertutup rapat seperti pintu besi toko,&nbsp;ada akses jendela berplat besi di bagian atas dari pintunya.<\/p>\n\n\n\n<p>Prajurit Codi yang ada di samping Dragono,&nbsp;membuka jendela kecil tersebut di pintu sel Leman.<\/p>\n\n\n\n<p>Hmm,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Leman sang fakir julukannya, seorang yang mempunyai kemampuan bertahan hidup yang tinggi,&nbsp;bahkan tahan tidak makan apapun selama berhari-hari, karena kehilangan orientasi diri.<\/p>\n\n\n\n<p>Leman mempunyai kemampuan beladiri menyerupai binatang dalam menyerang maupun bertahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku teringat suatu tayangan video di YouTube bahwa seorang fakir mempunyai kekuatan yang aneh,&nbsp;tidur di atas paku, makan pecahan kaca, silet.<\/p>\n\n\n\n<p>Seram, tetapi apakah Leman benar-benar mempunyai kehebatan seperti itu?<\/p>\n\n\n\n<p>Aku menghela napasku, insan yang ada di pulau ini sangat komplek kemampuan dan juga permasalahannya, semoga Leman tidak merepotkan kami.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cLeman!&nbsp;Hoi Leman!!Ada tamu,\u201d&nbsp;teriak prajurit Codi sambil membuka jendela kecil tersebut,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>sementara tangan yang satunya memukul-mukul pintu besi dengan tongkat tonfa,&nbsp;membuyarkan pikiranku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAstaga,&nbsp; Leman?\u201d&nbsp;tiba-tiba mulut Dragono berujar,&nbsp;matanya membelalak saat melihat ke jendela itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku heran akan raut muka Dragono,&nbsp;belum pernah wajahnya nampak seperti orang ketakutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku ikut melongok ke jendela itu, ke sel Leman.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku sungguh terkejut mendapati seorang pria bertelanjang dada,mengenakan celana jeans pendek belel.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tubuhnya melayang di atas lantai, seolah terbang,&nbsp;sepasang kaki dan tangannya nampak mengambang di udara sementara kepalanya terkulai di atas udara,&nbsp;seperti orang sedang melakukan gerakan kayang.<\/p>\n\n\n\n<p>Kayang dengan mengambang terbang.<\/p>\n\n\n\n<p>Codi memutar kunci untuk membuka pintu sel, Dragono, Mrs. Rose dan aku masuk ke sel Leman dengan hati-hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekujur bulu kudukku meremang,&nbsp;belum pernah aku melihat fenomena seperti itu,&nbsp;menurutku Leman mengalami kondisi di luar kesadarannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Terlihat Leman walau kondisinya mengambang tubuhnya terkulai,&nbsp;bola matanya nampak terbalik,&nbsp;hanya warna putih yang kulihat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Leman seperti sedang dalam kondisi tidak sadarkan diri.Rambutnya panjang agak gimbal menambah seram wajahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMengapa bisa seperti ini?\u201d kata Dragono mengagetkanku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cLeman! Bangun! Hoi!\u201d&nbsp;teriak Dragono tidak sabar dari tempatnya berdiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Tubuh Leman masih terbang melayang,&nbsp;tapi Leman merespon dengan memutar bola matanya,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>bola matanya nampak seperti ada sinar kemerahan di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cLanchang sekhali khalian!Orhang baru tenang tidhur di ganggu.Apha mau khalian?Bherani sekhali khalian ini, ha?!\u201d terdengar suara ganjil dari Leman,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>nadanya meledak-ledak sangat marah.&nbsp;Tubuhnya perlahan bergerak.Perlahan kedua kakinya yang mengambang mendarat turun ke lantai.<\/p>\n\n\n\n<p>Kakinya kinimenjejak normal di atas lantai, perutnya ramping dengan iga bertonjolan tetapi dari asfisiknya tetap nampak liat otot-ototnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Keningnya berkerut, rambutnya yang panjang keriting gimbal menutupi sebagian wajahnya yang tirus sawo matang.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia bergantian menatap kami berempat secara perlahan-lahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dragono mengangkat kedua tangannya terkepal sejajar kepalanya dengan perlahan maju,&nbsp;dia menyongsong tantangan Leman.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJangan ada kekerasan.&nbsp;Biar aku dan Moira yang akan menangani, ya,\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose sambil memegang pundak&nbsp; Dragono&nbsp; yang sudah menyiapkan tinjunya. Kepalan tangannya besar sekali.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSst, Moi, tolong ambilkan sebotol air mineral.&nbsp;Minta di pos penjaga.\u201d&nbsp;ujar Mrs. Rose sambil menoleh ke arahku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBaik, Mrs. Rose,\u201d&nbsp;sahutku segera.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku keluar lalu segera kembali&nbsp;dengan membawa sebotol air mineral yang diminta Mrs. Rose.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIni airnya, Mrs. Rose.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKamu punya harapan apa untuk Leman, Moi?\u201d&nbsp;bisik Mrs. Rose kepadaku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cLeman balik menjadi normal,\u201d&nbsp;sahutku agak bingung.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYa, sudah.&nbsp;Masukkan sugesti-sugesti positif itu,\u201d&nbsp;ujar Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMaksudnya?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAyo, ucapkan kata-kata yang baik ke media air ini seperti kamu mensugesti yang kamu hipnotis,\u201d&nbsp;ujar Mrs. Rose.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menyerahkan botol air mineral itu balik ke tanganku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYa, Mrs. Rose.\u201d aku masih perlu waktu untuk mencerna ucapan Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJangan ragu-ragu, Moi.&nbsp;Ayo.&nbsp;Masukkan sugesti positif ke dalam air di botol itu,&nbsp;isilah dengan harapan bahwa Leman kembali normal.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cGrrrrh..,\u201d Leman menggeram-geram menakutkan,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kedua belah tangannya melakukan gerakan seperti mengepakkan sayap, sementara satu kakinya di angkat tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejenak aku terdiam,&nbsp;lalu fokus melihat dan menggenggam erat botol air minum itu,&nbsp;kusalurkan harapan dan keinginan yang baik ke botol air itu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDekati Leman,&nbsp;ajak bicara baik-baik sambil kamu seka wajahnya dengan air ini,\u201d bisik Mrs. Rosememberi petunjuk.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBhwahaha&#8230;apha yang khamu mau, Bhocah?\u201d&nbsp;Leman menatapku beringas.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku berjalan perlahan ke arah Leman,&nbsp;keberanianku mulai muncul.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPak Leman, aku Moira.&nbsp;Aku ingin jadi sahabat Pak Leman.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cLheman?&nbsp;Akhu bhukan Lheman.&nbsp;Akhu sang rajhawali.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Aku berjalan mengitari Leman sambil menuangkan air dalam botol minuman sedikit demi sedikit,&nbsp; \u201cKembalilah Pak Leman.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pak Leman yang mempunyai tubuh yang ada di tengah lingkaran air ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pak Leman yang berhak atas tubuh ini,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>ingatlah Pak Leman.<\/p>\n\n\n\n<p>Tubuhmu punya Pak Leman. Kuasai tubuhmu,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pak Leman.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ayo, sadarlah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Baliklah Pak Leman.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Mata Leman memandangku tajam,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tiba-tiba Leman terjungkal jatuh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tubuhnya menggelepar-gelepar di lantai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua tangannya memegangi kepalanya. \u201cGrrrh&#8230;aarggg&#8230;.arrhh&#8230;,\u201d beberapa saat Leman terus<\/p>\n\n\n\n<p>menggelepar dan menggeram.qq<\/p>\n\n\n\n<p>Aku berdebar,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>benarkah sugestiku berhasilkah memanggil Leman untuk kembali menguasai tubuhnya sendiri?<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini Leman duduk.Sepasang matanya terbuka dengan perlahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pupil matanya telah kembali ke posisi yang seharusnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bola matanya yang kemerahan seperti ada bara api di dalamnya,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>nampak memudar.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku nyaris bersorak lega.Leman yang asli telah kembali.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku berhasil!<\/p>\n\n\n\n<p>Aku mendekatinya dan berlutut di depan Leman, \u201cPak Leman, aku Moira, silakan minum, Pak,\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>ujarku lembut seraya mengulurkan botol mineral yang masih terisi air seperempat botol.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAh, ya&#8230;ya,\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>sahut Leman&nbsp; linglung.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menerima botol yang kuberikan dan meminum habis isinya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAku Moira.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku mohon ijin untuk bisa menjadi sahahat,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pak Leman,\u201d ujarku.<\/p>\n\n\n\n<p>Leman menatapku dengan pandangannya yang fokus. Sepasang matanya mengerjap,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cGadis cilik,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kamu ada di tempat yang salah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hati-hati Nak,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>disini bukan tempatmu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Aku terhenyak,&nbsp;keheranan menyelimuti diriku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>suara Leman kembali terdengar normal,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dan kalimat yang dilontarkannya mirip dengan peringatan-peringatan yang telah kuterima sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAku sekarang bekerja di sini, Pak Leman.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Moira mendapat tugas resmi dari pemerintah.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKamu masih begitu muda, Nak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan sampai hanya karena uang,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kamu jadi salah jalan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pulanglah,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>selagi masih bisa,\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>ucap Leman sambil agak menunduk.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTidak apa-apa, Pak Leman.Kan Pak Leman bisa melindungi Moi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Disini banyak teman yang baik sama Moi.<\/p>\n\n\n\n<p>Moira tugasnya hanya membuat catatan kegiatan disini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bantu Moi,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>ya Pak Leman,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>sekarang kami pamit dulu.\u201d sela Mrs. Rose sambil menggamit lenganku untuk berdiri, lalu aku bangkit berdiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Leman turut berdiri.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Matanya menyipit menatapku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>seolah ingin berbicara lebih banyak lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSampai jumpa, Pak Leman,\u201d ujarku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYa..ya&#8230;,\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Leman membalas lambaian tanganku.<\/p>\n\n\n\n<p>Siang ini tujuanku untuk bertemu Leman selain untuk berkenalan juga mendatanya, namun kejadian aneh yang barusan terjadi membuat kami harus undur dulu.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara Codi dan Dragono mengunci pintu sel Leman,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku berbincang-bincang dengan Mrs. Rose di luar.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSorry, Mrs. Rose,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tadi airnya Moi siramkan ke sekeliling,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>bukan ke tubuh Pak Leman, terus terang aku juga takut.\u201d kataku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYa, tak apa-apalah.<\/p>\n\n\n\n<p>Terbukti kan sugestimu tepat dan kuat, Moi.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYang aku takutkan adalah bertemu Vicko, Mrs. Rose.Aku benar-benar grogi saat ini.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTenang saja, Moi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu tidak sendirian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku dampingi terus, kok.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSebelum bertemu Vicko di ruang pengamat,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kalian di minta bertemu dengan Tuan Jonah&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>di ruangan monitor.<\/p>\n\n\n\n<p>Nanti Vicko aku siapkan,\u201d ujar Dragono memberitahu kami.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYa, terima kasih,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pak Dragono,\u201d sahutku.<\/p>\n\n\n\n<p>Bertemu dengan Tuan Jonah ?<\/p>\n\n\n\n<p>Duuh&#8230;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>hal yang tidak mengenakkan bagiku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>apa yang diinginkan diktaktor sadis itu dariku?<\/p>\n\n\n\n<p>Dragono dan Codi berjalan di belakangku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>seolah menyuruhku untuk segera bergegas menemui junjungannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku mempercepat langkahku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>sekilas kulihat tangan Henry menggapai-gapai&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>saat aku berjalan melewatinya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Hi cantik, mampir sini dong, aku kangeeen.&#8221;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>serunya manja.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku tersenyum kecil kepadanya,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>pikiranku mulai berat mengingat sebentar lagi bertemu dengan orang yang paling berkuasa juga paling menjengkelkan di pulau ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tuan Jonah.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Maaf Mrs. Rose,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>ada apa ya Tuan Jonah ingin bertemu denganku?&#8221;,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>bisikku pada Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Mungkin sedikit wawasan biasa saja Moi,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku juga tidak tahu hal apa yang ingin disampaikan beliau.&#8221;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jawab Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>Kami berjalan ke arah ruang monitor dimana Jeff biasa bertugas disana,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>saat kami masuk ke ruangan tersebut nampak&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tuan Jonah dan Jeff sedang mengamati layar monitor cctv.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Selamat siang Tuan Jonah.&#8221; sapaku membuka percakapan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tuan Jonah tidak bergeming, seolah mengabaikan sapaanku,&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>matanya tetap fokus memperhatikan layar monitor.<\/p>\n\n\n\n<p>Dragono mendekat ke monitor,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>ternyata Tuan Jonah dan Jeff sedari tadi melihat kegiatan selnya Vicko.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Hmm, si Vicko sedang rutin berolahraga ya.&#8221; kata Dragono.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Dragono perhatikan gerakan-gerakannya,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dengan memanfaatkan tubuhnya, tanpa alat,<\/p>\n\n\n\n<p>si Vicko bisa menjaga kekuatan dan kehebatannya bertarung.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku ikut melihat monitor, disana kulihat Vicko sedang melakukan push up&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dengan tumpuan satu tangan terkepal,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>sungguh kuat dia.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Jeff, bagian yang ini kau simpan untuk file dokumentasiku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>lalu kau emailkan &#8221;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>perintah Tuan Jonah.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ya, Tuan Jonah,&#8221;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>sahut Jeff pendek,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>sambil menekan keyboard komputernya dengan cepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Terlihat Jeff sangat patuh pada petinggi Chimera yang otoriter itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Hatiku mulai terusik,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>apakah status tahanan di Chimera membuat seseorang tidak mempunyai privasi ?<\/p>\n\n\n\n<p>Tuan Jonah benar-benar seorang yang tidak menghargai insan manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Maaf Tuan Jonah apakah tidak berlebihan,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>bila seorang&nbsp; penghuni sel disini tidak mempunyai privasi ?&#8221;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku memberanikan diri bertanya pada diktator tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Sesaat Tuan Jonah melirikku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dia mengambil nafas, disertai lirikan matanya,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dia berucap,<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Bocah,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>apa yang bisa diharapkan dari seorang psikopat seperti dia?<\/p>\n\n\n\n<p>Otaknya masih ada di kepalanya saja,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>harusnya dia bisa bersyukur,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tidak kutembak kepalanya.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku terkesiap,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tuan Jonah selalu mengandalkan kekuasaannya di pulau ini, bahkan sesungguhnya dialah yang psikopat, bukan Vicko.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Dia seorang manusia Tuan, dia berhak atas privasinya.&#8221;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Bocah, ingatlah Vicko itu bukan siapa-siapa,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dia orang yang tidak punya identitas,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>seharusnya dia sudah tewas dua tahun yang lalu,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>saat dia dinyatakan desersi.&#8221;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>nada suara Tuan Jonah terdengar meninggi,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>sementara Jeff yang duduk di sampingnya terlihat melirik ke arahku.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Dan aku amati kau sangat tidak suka kepadaku bocah, itu memang hakmu.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebentar lagi kau bertemu dengan Vicko,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku berharap kau menuruti saran keamanan dari kami.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalaupun kau mati di tangannya, aku bahagia saja, toh berkurang satu pembenciku.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku berusaha menahan emosiku, terasa air mataku mengambang di sudut mataku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku menahannya supaya tidak tumpah&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dengan menggigit bibirku sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Aku rasa Moi mau menuruti omongan anda Tuan Jonah, dia gadis yang baik.&#8221; terdengar suara Mrs. Rose mencoba menengahi.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Hm, aku tak peduli dia menuruti aku atau tidak, Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku minta dia paling lambat besok sore,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>untuk memberikan laporannya tentang semua penghuni pulau ini termasuk Vicko juga.<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila pekerjaannya bagus, maka kau bisa berikan file rahasia Chimera Project padanya, Rose.&#8221;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kata Tuan Jonah dingin,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>sambil tetap menatap monitor CCTV.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejenak kemudian,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kepala Tuan Jonah berputar ke arahku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>pandangannya tertuju tajam ke arahku.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kau dengar aku bocah?<\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan besok sore laporanmu ada di mejaku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tersaji lengkap!&#8221;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>bentak Tuan Jonah,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>sorot matanya sangat menghujam saat melihatku, seluruh persendian ku seperti lolos dari tubuhku.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ya Tuan Jon&#8230;ah&#8221;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>jawabku lemah dan gemetar, sekilas kulihat wajah Jeff tersenyum seolah ikut mendukung perilaku&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tuan Jonah kepadaku.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Dragono kau siapkan Vicko. Jeff, kau berikan saja berkas untuk bocah itu,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>biar bocah itu segera kerja dan beranjak dari sini.&#8221; perintah Tuan Jonah tegas.<\/p>\n\n\n\n<p>Jeff memberikan map kepadaku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>sementara Dragono dengan sigap keluar ruangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tangan Mrs. Rose menarik lenganku sesudah kami berpamitan dengan penguasa arogan itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Kami berjalan beriringan menuju arah ruang pemeriksaan,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>terasa berat langkahku.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku juga heran saat&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tuan Jonah mengatakan ada file rahasia Chimera Project,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>file apakah itu?<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSemoga Vicko tidak berulah ya, Mrs. Rose.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku benar-benar lelah rasanya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAyo, mana semangatmu? Sebentar lagi kamu akan bertemu dengan dewanya pulau ini,\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>ujar Mrs. Rose menggodaku.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku menyikut rusuk Mrs. Rose pelan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku ingat,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku menyebut<\/p>\n\n\n\n<p>Vicko sebagai dewa saat presentasi Mrs. Rose di kampus.<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose tertawa.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPribadi-pribadi sebelumnya sebenarnya juga identik dengan dewa, Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemampuan mereka sangat langka, namun benar-benar nyata.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan anda juga dewi,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Melontarkan benda berat hanya dengan kekuatan pikiran,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>sementara aku cuma gadis kecil biasa,\u201d sahutku.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Omong-omong Mrs. Rose,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>apa yang dimaksud file rahasia Chimera Project yang di katakan Tuan Jonah tadi?&#8221;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aku dan Mrs. Rose mendatangi mereka,&nbsp;satu tangan Dragono berkacak pinggang, sementara satu tangannya lagi mengusap-usap dagunya yang licin,&nbsp;aku merasa badanku bertambah kecil di hadapannya. Sel Leman terletak nomor dua dari pojok sebelum pintu masuk The Arena,&nbsp;sel tersebut tertutup rapat seperti pintu besi toko,&nbsp;ada akses jendela berplat besi di bagian atas dari pintunya. Prajurit Codi yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[144,147,41,16,42,146,139,145,141,140,138],"class_list":["post-120","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-chimera-project-the-gifted-ones","tag-action","tag-action-romance","tag-chapter-11","tag-chimera-project-the-gifted-ones","tag-leman-sang-fakir","tag-novel","tag-novel-psikologi-indonesia","tag-psikologi-indonesia","tag-psychological-thriller","tag-psychological-thriller-action-romance","tag-romance"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/120","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=120"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/120\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":198,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/120\/revisions\/198"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=120"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=120"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}