{"id":118,"date":"2020-07-16T14:05:38","date_gmt":"2020-07-16T07:05:38","guid":{"rendered":"https:\/\/mordekhaivon.com\/?p=118"},"modified":"2020-07-16T16:10:14","modified_gmt":"2020-07-16T09:10:14","slug":"chapter-10-mrs-rose-yang-fenomenal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mordekhaivon.com\/?p=118","title":{"rendered":"Chapter 10 Mrs. Rose yang Fenomenal"},"content":{"rendered":"\n<p>Pagi itu,&nbsp;aku beringsut turun dari tempat tidur Angel, kupandang wajah Angel yang nampak damai, sesungging senyum nampak di bibirnya.<br>Dengan perlahan aku membuka pintu,&nbsp;aku terkejut,&nbsp;sesosok pria bertubuh kecil ada di hadapanku.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Pagi pak No,&nbsp;<br>wah semangat sekali mengepelnya.&#8221; sapaku, sambil menutupi mulutku, maklum, aku belum menggosok gigiku.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ya, semangat mengepel, semangat, ya.&#8221;Jawab pak No seolah sekenanya, bahkan ekspresi wajahnya juga tidak berubah saat menjawabku,&nbsp;<br>tetap datar dan wajahnya menunduk asyik dengan tongkat pelnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku bergegas kembali ke kamarku,&nbsp;harus bersiap segera, sebelum Mrs. Rose menjemputmu untuk makan pagi bersama.<br>Eemm&#8230; masih ada setengah jam lagi untuk mandi dan berdandan, cukuplah.<\/p>\n\n\n\n<p>Sesaat bangun dari tidur di pagi ini, seluruh beban pikiran mulai mendatangiku satu-persatu,&nbsp;<br>mulai dari pekerjaan ku yang menghadapi berbagai insan berbakat dengan masing-masing masalahnya, belum lagi keinginanku bertanya pada Angel tentang ayahku.<\/p>\n\n\n\n<p>Wow, mending tidak kupikirkan daripada membuatku tertekan,&nbsp;kutepis pikiran-pikiran yang membebaniku.<\/p>\n\n\n\n<p>Tepat setengah jam kemudian,&nbsp;pintu kamarku diketuk,&nbsp;wajah segar Mrs. Rose menyapaku.<br>Aku keluar kamar,&nbsp;sementara Mrs. Rose duduk di teras depan kamarku. Aku juga ikut duduk di sebelah Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMoi, pagi ini kita akan lanjutkan pendataan lagi.Pagi ini kita ketemu pak Anton, lalu sarapan.<br>Sehabis itu kamu bisa mendata diriku.&nbsp;Setelah aku, Leman lalu Vicko.&nbsp;Tapi untuk kedua orang tersebut harus dikawal.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPak Dragono akan mengawal kita?\u201d tebakku.<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose mengangguk.\u201cSemalam kamu dimana?Aku cari di kamarmu tidak ada, Moi.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cItu&#8230;aku tidur di kamar Angel.&nbsp;Dia senang sekali saat aku temanin kemarin.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAku salut denganmu, Moi.Kamu melakukan lebih dari sekedar pekerjaanmu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Aku menggeleng.&nbsp;<br>\u201cAngel dan Risty, seharusnya mereka tak boleh menggunakan kemampuan mereka lagi, Mrs. Rose.Mereka terforsir energinya.Mereka kelelahan, apalagi keduanya punya kelemahan fisik, terlebih Risty yang sedang sakit.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose menatapku menanti kelanjutan ucapanku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSemakin sering mereka menggunakan kemampuan mereka, fisik mereka makin lemah.Mereka juga kesakitan dan ketakutan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita tidak bisa berbuat apa-apa Moi.tuan Jonah membutuhkan kehebaqqtan mereka,&nbsp;<br>dan yang dilakukan kemarin untuk membantu negara.\u201d kata Mrs. Rose memberikan argumen.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKemarin Risty yang sudah sakit,&nbsp;sampai jatuh pingsan setelah diminta untuk menjelajah ke masa depan. Mau sampai kapan Risty bertahan?&nbsp;Mrs. Rose&#8230; tidakkah Tuan Jonah itu sangat keterlaluan?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu aku melanjutkan,&nbsp;<br>\u201cDan Angel&#8230; setiap Tuan Jonah mau bertemu dengannya,&nbsp;gadis itu sudah ketakutan.Jiwanya begitu lemah,&nbsp;dia rapuh saat memasuki keadaan masa lalu,&nbsp;apalagi kemarin dia merasakan kejadian kematian.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose diam menunduk menatap sepatunya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tepat seperti perkiraanku, Mrs. Rose tak pernah mengeluh tentang tempat ini.&nbsp;Dia tak pernah mengeluh tentang perilaku Tuan Jonah.Wanita dihadapanku adalah wanita loyal Chimera.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYah, kita lakukan sajalah tugas kita, Moi,&nbsp;itu bagian kita.&#8221; ucap Mrs. Rose akhirnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku sungguh kecewa dengan sikap datar seqolah tidak ada apa-apa,&nbsp;yang ditempuh Mrs. Rose saat seperti ini.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita sudah diatur Tuan Jonah untuk kunjungan&nbsp;ke Leman di selnya siang nanti.&nbsp;Sementara sore harinya Vicko disiapkan di ruang pemeriksaan.\u201d&nbsp;<br>ujarnya seolah mengalihkan topik pembicaraan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ini berkas yang harus kau ujikan kepada mereka,&nbsp;<br>hari ini, Moi.&#8221; Kata Mrs. Rose sambil mengangsurkan map berisi sebendel formulir.<br>\u201cYa, aku siap, Mrs. Rose.\u201d jawabku.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ayo kita kunjungi pak Anton, ke tempat kerjanya.&#8221; kata Mrs. Rose sambil menggandeng tanganku.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku berdiri,&nbsp;<br>lalu melangkah ke arah ruangan kerja pak Anton, sebenarnya letaknya hanya berseberangan dengan kamarku.QQQ<br>Aku melihat Pak Anton keluar dari ruangan kantornya,&nbsp;<br>lalu berdiri diantara pohon bunga dan tanaman-tanaman.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPagi Pak Anton,&nbsp;<br>aku Moira.&nbsp;<br>Kita beberapa kali bertemu di ruang makan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Anton tersenyum,&nbsp;<br>\u201cPagi Moira, tumben kalian mengunjungiku.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBunga apa ini?&nbsp;<br>Cantik sekali.\u201dUjarku seraya membungkukkan tubuhku mendekati rumpun bunga keunguan yang bergerombol.<\/p>\n\n\n\n<p>Pak Anton tertawa,&nbsp;<br>\u201cJangan tertawakan aku ya, aku juga tidak tahu bunga apa itu.&nbsp;<br>Di enskilopedia tidak aku temuin.&nbsp;<br>Pak Johno yang taruh disana semata-mata karena katanya bentuknya yang cantik,&nbsp;<br>enak dipandang mata,&nbsp;<br>dan katanya berkhasiat obat\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose, pak Anton,&nbsp;<br>dan aku tertawa.&nbsp;<br>Pak Anton ini rupanya merupakan sosok yang menyenangkan,&nbsp;<br>walau dari raut wajahnya nampak serius.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cNgomong-ngomong angin apa yang membawa kalian kesini?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJalan-jalan saja kok,&nbsp;<br>mau sarapan.\u201d ucap Mrs. Rose santai.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPak Anton baru ngerjain apa?\u201d tanyaku dengan penuh minat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cOhh, ini sedang uji sampel air.&nbsp;<br>Setiap hari kan kita test air baku yang kita minum.&nbsp;<br>Ada bakterinya tidak.&nbsp;<br>Layak buat diminum tidak, kalau tidak kita test,&nbsp;<br>bisa diare semua nanti orang-orang yang ada di pulau ini.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Aku tersenyum.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKadangkala aku membantu Dokter Stephan meracik obat,&nbsp;<br>secara berkala mengambil sampel di sel Vicko,&nbsp;<br>juga menilik ternak dan ikut menjaga kesehatan ternak disini.&nbsp;<br>Ya rangkap-rangkaplah,&nbsp;<br>maklum kan sendirian.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSampel?&nbsp;<br>Sampel apa yang ada di sel Vicko, pak Anton?\u201d tanyaku tertarik.<\/p>\n\n\n\n<p>Pak Anton mengambil napas panjang,&nbsp;<br>pandangannya lurus ke depan sebelum melanjutkan perkataannya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Hal ini kubuka untuk kalian, karena kalian memang ditugaskan mendata kegiatan disini.&nbsp;<br>Vicko kan dulunya tentara, amat pandai bahkan dikuliahkan lagi oleh negara.&nbsp;<br>Ahli bertahan hidup di hutan.Dia mengetahui dan ahli menggunakan media biologi untuk membuat obat.Bahkan meracun lawan,&nbsp;<br>juga membuat antidote penawarnya dari alam atau media biologis,&nbsp;<br>seperti jamur dan sporanya, bakteri serta virus.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSampel yang kuambil bisa di dinding, di tembok,&nbsp;<br>di sudut lantai,&nbsp;<br>karena itu mencerminkan apa yang sedang dikerjakan Vicko.&nbsp;<br>Itu sampel biologis.<\/p>\n\n\n\n<p>Jujur, ini kubuka khusus untuk kalian,&nbsp;<br>karena kalian memang ditugaskan mendata kegiatan disini.&#8221;&nbsp;<br>kembali pak Anton menegaskan betapa pekerjaannya bersifat rahasia dalam berhubungan dengan Vicko,&nbsp;<br>lalu beliau mengatakan,<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Beberapa waktu yang lalu, Vicko bahkan mencoba lari dengan membuat lapuk teralis besi,&nbsp;<br>dengan cara mengkultur senyawa biologi yang tumbuh di selnya. Sebenarnya ia cerdas,&nbsp;<br>briliant sekali Moi,&nbsp;<br>aku harus mewaspadai setiap organisme yang ada di selnya.<br>Secara berkala selnya harus disterilkan dan sample biologis yang aku tidak kenal, aku kirim ke ibukota.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Pak Anton menarik napas dalam-dalam.<br>\u201cKita tidak tahu apa itu.&nbsp;<br>Bisa jadi ia sedang membuat racun biologis yang bisa membahayakan kehidupan kita di pulau ini,&nbsp;<br>sementara dia sudah resisten atau kebal karena mengembangkan antidotenya, penawarnya.<br>Dia dinyatakan psikopat,&nbsp;<br>ini yang membahayakan.&nbsp;<br>Kita tidak tahu apakah jamur atau spora tertentu, bakteri, bahkan virus yang kita hadapi, jadi ya aku harus waspada terus.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cCaranya?\u201d tanyaku lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPaling tidak itu tadi,&nbsp;<br>tiga hari ia dikeluarkan dari selnya lalu seluruh isi selnya disterilisasi.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBenar-benar jenius ya,&nbsp;<br>Vicko ini,\u201d gumamku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJenius, namun sayangnya salah jalan,\u201d tukas Pak Anton.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cOkay, kita sarapan dulu. Terima kasih Pak Anton,\u201d Mrs. Rose berpamitan.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku dan Mrs.Rose menuju ke ruang makan.<br>Sesaat kemudian aku dan Mrs. Rose bersantap,&nbsp;<br>sambil sarapan,&nbsp;<br>pikiranku menjelajah kemana-mana.<br>Vicko dengan segala kejeniusan serta kekuatan fisiknya saja tak mampu keluar dari sini.&nbsp;<br>Apalagi aku?&nbsp;<br>Aku tak memiliki kemampuan apapun,&nbsp;<br>pikirku muram.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Pagi Moi, bagaimana kondisimu hari ini?&#8221;Terdengar suara Henry menyelinap di kepalaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku memusatkan pikiran, berkomunikasi dengan Henry melalui telepati memang harus fokus dan menghabiskan energi.<br>&#8220;Hi Henry,&nbsp;<br>yang barusan kupikirkan ialah, bagaimana bisa kabur dari sini secepatnya.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMoi, kamu tidak terpenjara, pikirkan kesempatan atau momentum yang tepat untuk kabur.&nbsp;<br>Kalau aku punya kesempatan itu,&nbsp;<br>kabur dari sini.&nbsp;<br>Pastilah aku akan mengajakmu.<br>Aku bersumpah.\u201dUjar Henry dalam kepalaku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSebenarnya momentum yang bagus untuk kabur adalah kalau ada acara duel lagi, Hen.<br>Ngg&#8230;bukan aku mengharapkan akan ada korban lagi,&nbsp;<br>tapi itulah momentum dimana para penjaga pulau yang berjumlah 20 orang, sebagian besar akan sibuk menyambut tamu dan fokus untuk mengawal Vicko.&nbsp;<br>Tuan Jonah akan menjamu tamu-tamu dan mendampingi host.&nbsp;<br>Dan Dragono pasti disisinya. Mungkin kita bisa kabur saat penjagaan lemah,<br>tetapi kita perlu strategi.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDibalik penampilanmu yang biasa-biasa saja,&nbsp;<br>ternyata otakmu boleh juga, Moi.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cApa?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSst&#8230;jangan teriak!\u201d Henry memperingatkanku.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku menoleh ke Mrs. Rose , nampak keningnya mengeryit saat melihatku.<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose sedang mengernyit menatapku. \u201cApanya yang apa, Moi?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAh&#8230;itu Mrs. Rose,&nbsp;<br>apa&#8230;apa kita bisa mencoba keliling pulau dengan speed boat?&nbsp;<br>Hehe&#8230;&nbsp;<br>mungkin rasanya asik Mrs. Rose.<br>Masalah-masalah yang kita hadapi beraaat.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose tersenyum, \u201cKapan-kapan deh.&nbsp;<br>Waktumu masih lama disini.<br>Lagipula kita jam satu siang ini akan bertemu Leman.&nbsp;<br>Leman, kamu ingat kan?&nbsp;<br>Dia seperti Vicko,&nbsp;<br>ahli bertarung dan bukan pria lembut seperti Henry.&nbsp;<br>Kamu kemarin berhasil menghadapi Rado,&nbsp;<br>semoga dengan Leman dan terakhir Vicko,&nbsp;<br>kita juga bisa menghadapinya ya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYa.Mrs. Rose,&nbsp;<br>semoga mental kita kuat ya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose menggandeng tanganku beranjak dari ruang makan,&nbsp;<br>dan kami berjalan menyusuri lorong dan pintu-pintu berpindai.&nbsp;<br>Sejauh ini pindai tanganku bisa membuka pintu-pintu ruangan dalam gedung, sementara dua prajurit yang berjaga selalu menatap kami saat kami lewat,&nbsp;<br>mereka berdiri dan bersikap hormat pada kami.<\/p>\n\n\n\n<p>Kami telah sampai di ruang pemeriksaan.&nbsp;<br>Mrs. Rose dan aku duduk berhadapan.&nbsp;<br>Rasanya janggal sekali kami duduk berdua dalam posisi seperti ini.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita disini Mrs. Rose, memang aku yang akan di interogasi? Hihi..\u201d&nbsp;<br>Aku tertawa.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSupaya tenang Moi.&nbsp;<br>Disini juga kedap suara.&nbsp;<br>Aku sudah menyiapkan pemberat barbel 2 kg,&nbsp;<br>dan beberapa benda lain.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBuat apa Mrs. Rose?\u201d tanyaku tak mengerti.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPerhatikan, Moi.\u201d&nbsp;<br>Mrs. Rose meletakkan sebuah batu baterai kecil di meja dan memandangnya dengan fokus.<\/p>\n\n\n\n<p>Pandangan mata Mrs. Rose tajam ke arah batu baterai tersebut,&nbsp;<br>kulihat bola matanya seperti punya energi di sana.<br>Astaga, aku melihat batu baterai itu perlahan melayang, makin tinggi,&nbsp;<br>naik keatas,&nbsp;<br>lalu turun perlahan ke meja seolah-olah seperti ada penggeraknya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ini si..sihir?\u201d&nbsp;<br>kalimat spontan terucap dari bibirku yang gemetaran karena takjub.<br>Aku tak pernah membayangkan wanita cantik ini punya kemampuan sehebat itu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cWah, alumnus cumlaude psikologi kok percaya sihir, hahaha&#8230;.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMenakjubkan.&nbsp;<br>Mrs. Rose keren.\u201d&nbsp;<br>Aku masih terheran-heran dengan fenomena yang barusan kulihat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cThank you, Moi.&nbsp;<br>Ngg&#8230;Judul skripsimu apa ya? Abnormal Psikologi apa?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJudulnya Hypnotherapy Sebagai Therapy Penunjang Kesembuhan Penderita Abnormal Psychology.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaat itu kamu magang dimana?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAku melakukan penelitian skripsi itu di klinik umum yang satu komplek dengan Akademi Okupasi.&nbsp;<br>Para mahasiswa di sana sekalian praktek dengan bimbingan seniornya.<br>Di tempat itu setiap siang hari ada klinik okupasi.<br>Mengikuti cara mereka merawat anak-anak yang berkebutuhan khusus,&nbsp;<br>lalu kutambahi terapi&nbsp;<br>dengan hipnoterapi.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKamu menggunakan hipnotis.&nbsp;<br>Kamu seorang ahli hipnotis. Berarti sangat jelas bahwa kamu punya&nbsp;<br>subconcious mind yang tinggi.&nbsp;<br>Apa bedanya dengan menggerakkan benda&nbsp;<br>atau obyek?&nbsp;<br>Oke, aku ajari ya.&nbsp;<br>Tidak perlu pakai batu baterai.&nbsp;<br>Pakai ballpoint yang lebih ringan dulu aja, ya.\u201d&nbsp;<br>Mrs. Rose meletakkan sebuah ballpoint di meja&nbsp;<br>di hadapanku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cNah, sekarang coba mulai, Moi.&nbsp;<br>Kamu ingat kan saat kamu berhasil menghipnotis anak didikmu di klinik umum Akademi Okupasi ?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHmm..ya..ya&#8230;aku coba.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSekarang pandang ballpoin ini.&nbsp;<br>Bayangkan saat kamu bisa masuk ke pribadi mereka.Kamu juga bisa membawa mereka masuk pada tujuanmu.&nbsp;<br>Demikian juga ballpoint ini.Kamu bisa menggerakkannya.&nbsp;<br>Kamu bisa bayangkan ballpoint ini bergerak ke arah dirimu<br>iyaa<br>ayooo..&nbsp;<br>gerakkan.. Fokus&#8230;gerak..<br>bergerak ke arahmu..<br>gerak&#8230;\u201d&nbsp;<br>Mrs. Rose membimbing dan mengarahkan pikiranku.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku mengikuti petunjuknya dan memfokuskan pikiran serta pandanganku kepada balpoin itu.&nbsp;<br>Kupusatkan pikiranku pada batang ballpoint itu,&nbsp;<br>otakku kuisi dengan penuh keyakinan,&nbsp;<br>bahwa aku ingin ballpoint itu bergerak.<br>Seiring lintasan memori saat aku berhasil menghipnotis beberapa teman, membuatku menjadi percaya bahwa balpoin itu mau mengikuti apa kehendakku.<\/p>\n\n\n\n<p>Tiba-tiba ballpoin itu bergerak sedikit ke kanan.Aku bersorak.&nbsp;<br>\u201cYaa bergerak!<br>Ballpoinnya bergerak.&nbsp;<br>Haha Mrs. Rose,&nbsp;<br>aku berhasil.<br>Aku berhasil.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose tertawa.&nbsp;<br>\u201cYa Moi, kamu bisa kan? Tidak sulit kan?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBerhasil..wow..<br>berhasil!&nbsp;<br>Terima kasih, Mrs. Rose.\u201d aku masih berteriak kegirangan,&nbsp;<br>seolah tidak percaya aku punya kemampuan baru lagi, menggerakkan benda dengan kekuatan pikiran.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKemampuanku juga masih terbatas, Moi.&nbsp;<br>Kira-kira baru 2-3 kg yang bisa aku gerakkin.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDicoba yuk Mrs. Rose.\u201d ujarku, aku juga berpikir antara iseng, ingin tahu&nbsp;<br>dan timbul hasrat memotivasi Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku pergi keluar,&nbsp;<br>ke arah ruang olahraga,&nbsp;<br>ada dua prajurit sedang berolahraga di tempat itu juga.<br>Para prajurit itu bermandi keringat, nampak dari kaos yang basah dan tubuh yang mengkilat.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku mencari lempengan angkat besi seberat 5 kg, setelah ketemu, aku mulai mengangkatnya.<br>&#8220;Moi pinjam dulu ya pak, untuk keperluan penelitian dengan Mrs. Rose.&#8221;&nbsp;<br>Aku meminta izin pada dua prajurit yang melihatku.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Perlu saya bantu Miss&#8221; jawab salah satu prajurit.<br>&#8220;Oh tidak usah, terimakasih.&#8221;<br>jawabku sambil menggotong lempengan besi seberat 5kg ke ruang pemeriksaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku masuk dan meletakkan lempengan besi tersebut di atas meja,&nbsp;<br>di hadapan Mrs. Rose.&nbsp;<br>Kulihat wajah Mrs. Rose nampak melongo saat melihat besi itu.<br>\u201cJiayooo, Anda bisaa!&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Gilee Moi, ini 5kg&#8230;<br>artinya dua kali lipat kemampuanku.&#8221;&nbsp;<br>kata Mrs. Rose sambil melototi besi yang ku bawa.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ayolah Mrs. Rose&nbsp;<br>buatlah pencapaian&nbsp;<br>yang terbaik hari ini,&nbsp;<br>Moi saja bisa sesudah diajari master psikokinesis yang cantik.&#8221; puji diriku.<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose berdiri mematung kemudian tertawa,&nbsp;<br>lalu wajahnya berubah serius mulai berkonsentrasi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBuat pencapaian&nbsp;<br>lebih tinggi,&nbsp;<br>pasti bisa,<br>pasti bisa.\u201d supportku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKemampuan meningkat, obyek ini ringan.&nbsp;<br>Ringan bagaikan bulu.&nbsp;<br>Bisa, pasti bisa gerak..<br>ringan seperti batu baterai tadi,&nbsp;<br>ringan melayang,&nbsp;<br>bisa terbang..<br>terbang&#8230;.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Lempengan besi bulat itu bergerak sedikit ke atas. Kemudian,&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJiaaaa&#8230;.!!\u201d&nbsp;<br>Tiba-tiba Mrs. Rose menjerit, matanya berubah menjadi tajam penuh konsentrasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Besi itu mendadak melayang naik setinggi kepala kami, terlempar di depan kami,&nbsp;<br>lalu kemudian jatuh ke bawah membentur lantai dan pecah.<br>Suara dentuman lumayan keras terdengar saat besi tersebut menabrak tembok.<\/p>\n\n\n\n<p>Kami saling berpandangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku bertepuk tangan.\u201cTerbang beneran.&nbsp;<br>Jauh banget, keren bangeet Mrs. Rose.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cWah pecah,&nbsp;<br>padahal barang inventaris gym,\u201c Mrs. Rose membungkuk.&nbsp;<br>\u201cPotong gajimu ya, Moi.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cLho, katanya kepingin pecah rekor,&nbsp;<br>sekarang pecah beneran kan?&nbsp;<br>Rekor pecah,&nbsp;<br>kok malah aku yang di suruh tanggung jawab?&nbsp;<br>Tadi Mrs. Rose kurang kendali sih,&nbsp;<br>kan lumayan seperti UFO melayang-layang,&nbsp;<br>tidak terlempar,&nbsp;<br>lalu akhirnya jadi pecah deh.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMustinya tadi di videoin trus upload di Youtube ya.&nbsp;<br>Biar banyak yang ngelike, haha&#8230;\u201d&nbsp;<br>Mrs. Rose tertawa lepas.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cLain kali pakai boneka Spongebob saja,&nbsp;<br>dijamin tidak mungkin pecah, deh.\u201d gurauku.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian kami membereskan pecahan besi di lantai bersama.<br>Dua orang prajurit yang ada di ruang olahraga datang, mereka kelihatan terkejut mendengar suara yang keras dari ruang pemeriksaan.<br>&#8220;Ada apa Mrs. Rose?&#8221;&nbsp;<br>tanya mereka dengan wajah terlongong-longong.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Oh, maaf prajurit,&nbsp;<br>ini besinya jatuh dan patah, minggu depan aku ganti,&nbsp;<br>biar dikirim dari ibukota.&#8221; sahut Mrs. Rose sambil menunjuk lempengan besi tersebut.<br>Prajurit mengambil pecahan besi dan membawanya keluar.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cOke, beres.&nbsp;<br>Lantai sudah bersih,&nbsp;<br>kita bisa minta ke Leman sekarang.&nbsp;<br>Aku hubungi Dragono dulu.\u201d kata Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose kemudian menekan dua nomor pada pesawat interkom di dinding, memberitahu bahwa kami akan observasi ke obyek Leman.<\/p>\n\n\n\n<p>Obyek?Di dalam hatiku aku mengeluh,&nbsp;<br>Leman atau siapapun disini hanya dianggap sebagai obyek,&nbsp;<br>bukan manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYuk, kita ke Leman sekarang.&nbsp;<br>Kita akan ketemu Dragono dan Codi disana.\u201d&nbsp;<br>Ujar Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>Kami melangkah dengan riang bersisian,&nbsp;<br>menuju penjara yang terletak di bangunan paling belakang.<br>Setelah melewati penjagaan tengah dan penjagaan belakang kami melewati sel Henry.<\/p>\n\n\n\n<p>Kulihat Henry bergegas bangkit dari duduknya dan menjulurkan tangannya keluar sel.<br>Tangannya menggapai-gapai seolah ingin menyentuh badanku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dHei, sweet heart..<br>mampir dong, mampir,&#8221;&nbsp;<br>panggilnya merajuk.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHai Henry,&nbsp;<br>kami buru-buru, maaf ya,\u201d sahut Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>Pandangan Henry beradu pandang denganku.&nbsp;<br>Aku tersenyum sopan dan menganggukkan kepalaku padanya.&nbsp;<br>Henry tersenyum manis sekali padaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Ya Tuhan,&nbsp;<br>mengapa cowok seganteng itu ada di tempat yang mengerikan seperti ini.<br>Oh Henry yang malang.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTega banget sih,&nbsp;<br>kok aku cuma dilalui?\u201d suara telepati Henry kembali masuk kepalaku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSekarang kami mau ke tempat Leman.&nbsp;<br>Kabarnya dia setipe Vicko ya?&nbsp;<br>Aku sebenernya gemetaran sekali nih.\u201d&nbsp;<br>aku membalas telepatinya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMenurutku kamu sebagai psikolog keren kok.Wajahmu cantik tapi pemberani.<br>Menurutku Leman tidak ganas,&nbsp;<br>hanya sering hilang ingatan, pesanku tetap berhati-hati dengan Leman.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIya, Hen. Trims.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSukses ya untuk Lemannya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSip, thanks my friend,\u201d sahutku bertelepati dengan Henry.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku dan Mrs. Rose berjalan ke arah sel dimana Leman dikurung,&nbsp;<br>di depan sel Leman nampak si raksasa gundul Dragono beserta seorang prajurit di sampingnya,&nbsp;<br>keduanya bersenjatakan tongkat tonfa berwarna hitam.<br>Menyeramkan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pagi itu,&nbsp;aku beringsut turun dari tempat tidur Angel, kupandang wajah Angel yang nampak damai, sesungging senyum nampak di bibirnya.Dengan perlahan aku membuka pintu,&nbsp;aku terkejut,&nbsp;sesosok pria bertubuh kecil ada di hadapanku. &#8220;Pagi pak No,&nbsp;wah semangat sekali mengepelnya.&#8221; sapaku, sambil menutupi mulutku, maklum, aku belum menggosok gigiku. &#8220;Ya, semangat mengepel, semangat, ya.&#8221;Jawab pak No seolah sekenanya, bahkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[144,147,39,16,40,146,139,145,141,140,138],"class_list":["post-118","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-chimera-project-the-gifted-ones","tag-action","tag-action-romance","tag-chapter-10","tag-chimera-project-the-gifted-ones","tag-mrs-rose-yang-fenomenal","tag-novel","tag-novel-psikologi-indonesia","tag-psikologi-indonesia","tag-psychological-thriller","tag-psychological-thriller-action-romance","tag-romance"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/118","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=118"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/118\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":119,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/118\/revisions\/119"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=118"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=118"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=118"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}