{"id":115,"date":"2020-07-16T14:02:25","date_gmt":"2020-07-16T07:02:25","guid":{"rendered":"https:\/\/mordekhaivon.com\/?p=115"},"modified":"2020-07-16T16:10:21","modified_gmt":"2020-07-16T09:10:21","slug":"chapter-9-rado-sang-elektrokinesis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mordekhaivon.com\/?p=115","title":{"rendered":"Chapter 9 Rado, Sang Elektrokinesis"},"content":{"rendered":"\n<p>Aku dan Mrs. Rose berjalan menunduk meninggalkan kamar Risty,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kami berjalan ke arah ruang makan, untuk makan siang.<\/p>\n\n\n\n<p>Terbayang di pikiranku sesudah makan siang kami akan menjumpai Rado. Obyek observasi kami yang ketiga hari ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kami berdua sama-sama tak bernafsu untuk membuka percakapan,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>sesudah kejadian di kamar Risty dan Angel.<\/p>\n\n\n\n<p>Dragono berdiri di depan ruang makan,&nbsp;beberapa langkah di depan kami seolah ia sedang<\/p>\n\n\n\n<p>menunggu kedatangan kami.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMrs. Rose,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>seperti sebelumnya,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dan ini peraturannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tuan Jonah tidak memperbolehkan Anda&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>beserta bocah ini,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>bertemu dengan Rado tanpa pengawalan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian bisa bertemu di ruang pemeriksaan satu jam lagi, sementara Rado akan kami siapkan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cOke, Dragono,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>siapkan sebaik mungkin, trims,\u201d ujar Mrs. Rose datar.<\/p>\n\n\n\n<p>Satu jam lagi aku dan Mrs. Rose baru bisa bertemu dengan Rado.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi kami berdua duduk di ruang makan,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>menghabiskan santap makan sambil menunggu waktunya tiba.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMoi, apa kamu menyesal telah menerima pekerjaan dari kami?\u201dMrs. Rose membuka percakapan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMmm&#8230;tidak juga sih.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Disini aku dapat pengalaman yang benar-benar wow,<\/p>\n\n\n\n<p>yang&#8230;emm&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>orang lain mungkin tak kan pernah mengalaminya. Sekaligus&#8230;yah,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku juga ketakutan disini. Ada tamu-tamu yang aneh, sementara Tuan Jonah,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>pak Iskandar&#8230; adalah sosok yang menakutkanku.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTapi, sekaligus juga ada Henry&#8230;.ya kan Moi?\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku tersenyum mendengar gurauan Mrs. Rose.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIya, Henry.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Si ganteng yang jago bertelepati,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tetapi ingat lho Mrs. Rose, aku selaku sarjana psikologi tidak boleh terlibat hubungan yang tidak professional dengan klienku.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHahaha,lupakan saja ikrar akademismu,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kadang kesempatan tidak datang dua kali,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>hatimu terlanjur beku nanti.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti bekunya gerbang Chimera.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Penuhi hatimu dengan cinta Moi, dia bisa memberikan warna dan kehangatan di tempat yang beku ini.&#8221;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tutur Mrs. Rose seperti berfilsafat.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Oiya Moi,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>apakah kamu sudah bisa bertelepati pikiran dengannya?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Aku sudah hendak membuka mulutku menjawab jujur, namun kemudian pandanganku bertumpu pada dinding dan nampak teralis baja yang kuat di ruang makan tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Cara bertanya dan mencari informasi Mrs. Rose, membuat aku ragu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah aku harus separanoid ini dengan mencurigai&#8230; Mrs. Rose?<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHenry tidak pernah bicara lagi denganku sejak kunjungan kita di sel,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu&#8230;apakah Mrs. Rose bisa bertelepati dengannya?\u201d aku menjawab sembari bertanya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTidak Moi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Henry tidak pernah main telepati-telepatian denganku. Kupikir karena kamu manis, Henry akan mencoba bertelepati denganmu dan menggodamu.\u201d jawab Mrs. Rose sambil menatap ke bola mataku.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku memejamkan mataku. Saat ini aku hanya percaya pada Henry,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>teruntuk Mrs. Rose,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku belum bisa mempercayai dia sepenuh hatiku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>karena tak pernah mendengar Mrs. Rose mengeluh tentang tempat ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya yang aku lihat, wanita disebelahku ini selalu tertawa, bergurau, berinteraksi secara positif dengan Dragono,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tuan Jonah, dan Mrs. Rose sangat disegani para prajurit di sini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Walau tidak menguntungkan bagiku untuk mencurigainya, namun mempercayainya sepenuh hatiku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>sebaiknya tidak kulakukan, aku harus diplomatis kepadanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bersikap seolah-olah mempercayainya sembari mengorek keterangan, pengetahuan darinya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Berhati-hatilah dengan Rado ini Moi,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dia sanggup menjadikanmu barbekyu dengan kekuatan elektrokinesisnya,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>jaga jarak kepadanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di kalangan prajurit menjuluki dirinya sebagai ular derik, selain berbahaya, saat Rado bicara,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>besar tekanannya pada huruf s,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>jadi mirip desisan bila dia mengucapkan huruf s.&#8221;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>jelas Mrs. Rose membuat diriku was-was dan keheranan.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku terdiam, siang hari ini terasa amat melelahkan bagiku, bertemu, mengamati&nbsp; Risty dan Angel Curly serta kejadian yang terjadi pagi tadi, membuat guncangan dalam batinku.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Belum lagi info mengenai Rado yang dijuluki ular derik oleh para prajurit,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>bahkan sebelum aku bertemu dengan Rado, sudah membuatku agak kuatir.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku menyandarkan diriku di tembok, kubiarkan mataku terpejam, terbang ke alam mimpi sejenak dan baru terbangun kala Mrs. Rose mengguncang tubuhku beberapa saat kemudian.Waktunya untuk mengobservasi Rado.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>***<\/p>\n\n\n\n<p>Aku dan Mrs. Rose berjalan ke arah ruang pemeriksaan, letaknya di area depan,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dekat dengan , sebelah ruang fitness.<\/p>\n\n\n\n<p>Terlihat sekilas di ruang fitness yang pintunya terbuka, beberapa prajurit bertelanjang dada sedang berolahraga disana.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat masuk ke ruang pemeriksaan, ternyata terdiri dua ruang, ruang pemeriksaan utama yang ada meja dan kursi untuk menginterogasi,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dengan lampu besar berkap di atasnya,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dari situ aku memahami fungsi lampu besar yang menyorot wajah yang diinterogasi dapat terbaca dengan mudah mikro ekspresinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Satu ruangan lagi adalah ruangan pengamat terletak di samping ruang pemeriksaan,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>ada kaca hitam yang berbatasan langsung dengan ruang pemeriksaan,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kaca tersebut berguna untuk melihat ruang pemeriksaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ruang pengamat hanya mempunyai sedikit penerangan karena lampunya temaram,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tetapi di situ ada banyak audio, mik yang nampaknya terhubung dengan ruang pemeriksaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat kami sampai di situ, kami di bawa ke ruang pengamat,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>di mana Tuan Jonah berserta Dragono telah menunggu kami.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKamu harus dipasangi mikrophone, bocah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kami tidak mau menanggung resiko kamu mati disini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi menurut sajalah kau,\u201d ujar Dragono tegas.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku patuh kala mikrophone itu dipasang di tubuhku_tepatnya di rambut bagian belakang kepalaku.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ingat bocah jangan mencoba bersalaman dengan Rado,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dia bisa menyetrum dirimu dengan kemampuan elektrokinesisnya,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kau bisa cacat bahkan tewas bila bersentuhan dengan dia, dan jaga jarak,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>paham kau?&#8221; tegas Dragono kepadaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku terkesiap, sesadis itukah Rado?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bukankah aku baru dikenalnya?<\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi untuk keamananku tidak ada kalimat lain selain mematuhi perintah Dragono.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ya pak Dragono, saya berjanji bersikap hati-hati dengan Rado.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ingat, jangan sampai ada kontak fisik!&#8221;Tegas Dragono sambil merapikan mikrophone yang telah tersemat di rambutku.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari ruang pengamat ini aku bisa melihat dengan jelas Rado yang sedang duduk&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>di apit dua prajurit di ruang pemeriksaan lewat kaca pemisah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Saat aku dan Mrs. Rose berjalan ke arah ruang pemeriksaan aku menyadari kaca tersebut dari dalam ruang pengamat,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tak bisa dilihat dalamnya, dari ruang pemeriksaan, namun sebaliknya siapa yang ada di ruang pengamat bisa melihat dengan jelas ke ruang pemeriksaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dibalik kaca tebal itulah Tuan Jonah dan Dragono berdiri mengawasi pertemuan kami.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku melangkah mendekati Rado duduk,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku dan Mrs. Rose duduk sejajar sementara Rado duduk di depan kami dan ada meja kayu besar di depanku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>yang memberi jarak.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Siang Rado, kuperkenalkan, ini Moira.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dia fresh graduate psikologi,\u201d ucap Mrs. Rose membuka percakapan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHai Rado, aku Moira.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku tersenyum padanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAku ingin berteman denganmu Rado.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga Rado mendapat manfaat dengan mau berteman sama aku.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Rado menatapku sinis, tangannya nampak terikat di belakang tempat duduknya, kaos singletnya kumal, sehingga tulang bahunya terlihat menonjol,<\/p>\n\n\n\n<p>sementara dua prajurit berdiri dengan sikap siaga, tongkat tonfa ada di tangan prajurit tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDi dunia ini tidak ada yang namanya teman,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>apalagi sahabat.<\/p>\n\n\n\n<p>Kau tidak pernah tahu rasanya sakit hati,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>saat pengkhianatan muncul.\u201d Rado menjawab sambutan percakapanku.<\/p>\n\n\n\n<p>Ternyata benar,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>suara Rado berbicara mirip ular yang mendesis, penekanan katanya kuat, terutama saat dia mengucapkan huruf &#8216;s&#8217; , sementara kedua matanya melihatku tajam.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku mencondongkan tubuhku ke arah Rado, \u201cMengapa?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu tidak punya teman?Cobalah untuk berteman denganku.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku berusaha untuk menjadi sahabatmu yang baik,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tanpa adanya kepentingan timbal balik,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku tulus Rado.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Mendadak Rado tertawa lepas terbahak-bahak. \u201cHahaha&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>dalam hidupku kata&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dan pengalaman berteman membuatku hidupku makin sulit dan susah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hahaha<\/p>\n\n\n\n<p>Ee..siapa namamu tadi?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMoi, Moira.\u201d jawabku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDan kamu datang ke sini mencoba menawarkan pertemanan denganku? Huh&#8230; kau tak tahu apa yang telah terjadi pada diriku di tempat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Kau tidak tahu peristiwa menyakitkan apa yang telah kulewati,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tapi tiba-tiba kau muncul menawariku pertemanan?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Maaf saja, aku tidak butuh itu.\u201d ujar Rado sambil kepalanya melengos.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Rado, bila masa lalumu tidak mengenakkan dan kelam,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>apa yang harus kau lakukan ialah berdamai dengan diri sendiri dan melakukan pengampunan.&#8221; kataku mencoba menggapai hati Rado.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku melihat sosok fisik Rado yang unik,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>rambut di atas kepalanya botak,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>sementara rambutnya sedikit gimbal tumbuh di bagian samping,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>mata Rado berbentuk oval memanjang tanpa ada alis dan bulu mata.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku amati bibirnya cepat mengatup saat bicara, namun dibalik bibirnya,<\/p>\n\n\n\n<p>aku sudah bisa mengamati bahwa giginya kecil-kecil renggang kehitaman, mungkin dengan cara berbicara mendesis, membuat giginya tidak sering terlihat.<\/p>\n\n\n\n<p>Di lengan kanannya ada gambar tato bunga mawar.<\/p>\n\n\n\n<p>Wajah Rado terlihat sangat jelas bagiku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>karena tertimpa lampu sorot besar yang ada di atasnya, aku menyadari dia kesulitan melihat wajahku karena lampu di atasku dimatikan, aku menyadari secara psikologis cara berkomunikasi seperti ini, mengintimidasi dia.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku lalu berdiri dan memandang kaca pemisah di ruang pengamat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Pak Dragono mohon lampu sorot di atas Rado di matikan, dan mohon lampu penerangan ruang ini yang di nyalakan.&#8221;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tak berapa lama suasana penerangan yang kukehendaki terjadi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kulihat raut wajah Rado berubah,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dari nampak tegang ke tenang,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>posisi badannya mundur bersandar,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Rado mengerjap-ngerjapkan mata sesaat kemudian ia memandangku dengan bola mata membesar.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Hmm&#8230; nampaknya kau juga punya otoritas di sini Moi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dan kau ternyata cukup cantik.&#8221; ujar Rado, di bibirnya tersungging senyuman.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Terimakasih Rado,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kau bisa mempercayaiku,jangan segan untuk meminta tolong kepadaku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>ungkapkan saja perasaanmu kepadaku.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku pasti berusaha menolongmu.&#8221; kataku sambil tersenyum kepadanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Rado tertawa,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cUcapanmu manis sekali, Moi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Eh, apa kamu tidak pernah tahu dan merasakan kesakitan saat berteman yang dibalas dengan khianat?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMenyakitkan memang,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tapi semua adalah proses kehidupan Rado,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kadang kesakitan membuat kita belajar,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kadang terluka itu baik bagi kita,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>supaya lebih dewasa,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>jangan biarkan kesakitan berlama-lama di pikiranmu.&#8221; tak terasa aku berani mengungkapkan pendapatku kepada Rado.<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose yang duduk di sebelahku memberikan jempol tangannya ke pahaku, tanda Mrs. Rose suka akan kalimatku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>otomatis isyarat itu tidak diketahui Rado karena di bawah meja.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Moi, Moi,<\/p>\n\n\n\n<p>ketahuilah kau hanya dimanfaatkan saja di sini, seperti aku dan semua penghuni penjara terkutuk ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sedemikian mudahnya kau bicara,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tetapi aku menikmati kesakitan ku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>itu membuatku punya motivasi untuk hidup, sampai bisa kubalaskan sakit hatiku.&#8221; desis Rado tidak mau kalah argumen denganku.<\/p>\n\n\n\n<p>Tiba-tiba mata Rado melirik ke kanan dan kiri,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>di belakangnya dua prajurit berjaga yaitu Rupert dan Cody, namun dua prajurit tersebut nampak biasa saja, karena Rado dalam kondisi terikat.qq<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;\u201cSudahlah, kau tak usah mencoba menasihati ku, hidupku sudah tidak enak, apa yang kau inginkan dariku?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Supaya aku dihajar prajurit?Aku tak butuh simpatimu.&#8221; nada suara Rado tiba-tiba meninggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku jadi teringat, hari pertama aku ada di pulau, memang terdengar suara jeritan kesakitan,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>suara Rado yang sedang didisiplinkan oleh Dragono beserta prajurit, nampak sekali bahwa Rado dendam atas perlakuan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Rado, ketahuilah Moi disini ditugaskan untuk mendatamu, dan semua datamu akan di evaluasi oleh tim di ibukota,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>jadi bersikap baiklah kepadanya,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>siapa tahu menjadi pertimbangan untuk pengurangan hukumanmu.&#8221; Jelas Mrs. Rose mencoba menengahi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMrs. Rose,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>pengurangan hukuman yang mana,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>status hukum ku disini saja tidak jelas.&#8221; bantah Rado sambil matanya memandang tajam Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Okay, paling tidak para prajurit tidak akan mendisiplinkan kamu lagi.&#8221; jawab Mrs. Rose tenang.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Mrs. Rose ketahuilah para prajurit di sini semuanya yang harus didisiplinkan, bukan aku.&#8221; tukas Rado.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Oke Rado, Moira mohon isi kuesioner ini, demi memperlancar pekerjaan Moi ya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pak Rupert mohon ikatan Rado dilepaskan dulu.&#8221; kataku mencoba mengakhiri perdebatan yang tidak mengenakkan,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>sembari kusodorkan berkas tes kearah Rado.<\/p>\n\n\n\n<p>Rado melirik ke samping saat Prajurit Rupert dengan gerak cepat melepas ikatan Rado dengan cutter bergagang plastik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Terlihat para prajurit menjaga jarak dengan Rado, mungkin takut ada aliran listrik di tubuh Rado kah ?<\/p>\n\n\n\n<p>Prajurit Cody menempelkan tongkat tonfa ke kepala Rado sambil berkata,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kalau kepalamu cukup keras untuk menerima gebukan tongkat ini,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>silahkan berulah Rado.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Lirikan mata Rado berubah, matanya mulai melihat berkas di depannya,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>perlahan tangannya menggapai dan mulai mengerjakan tes.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Maafkan aku Rado,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kerjakan tes ini dengan spontan,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tidak ada benar atau salah, yang santai saja ya.&#8221; kataku mencoba mencairkan ketegangan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Hhh&#8230; Kaubelum merasakan sakit tulangmu saat tonfa mengenai badanmu Moi,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>semalam kau tidak bakalan bisa tidur.&#8221; jawab Rado seolah berbisik.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku mengangguk,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>lidahku terasa kelu,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku merasa tidak berdaya, dominasi kekuatan fisik para prajurit pria memang sangat kuat di pulau ini,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>apalagi Tuan Jonah sebagai pemimpin yang otoriter dan kejam di sini.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Rupert dan Cody tolong jangan gunakan kekerasan, saat Rado kooperatif,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kalian bisa kena peringatan dari atasan Tuan Jonah, berkas tes yang diisi Rado segera dikirim dalam satu dua hari ini.&#8221; Mrs. Rose angkat bicara,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>membuat dua prajurit itu saling berpandangan,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>lalu mundur selangkah, tetapi tetap dalam posisi siaga.<\/p>\n\n\n\n<p>Rado mulai serius mengerjakan tes yang kuberikan,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dalam waktu sekitar dua jam dia mengangsurkan berkas itu kepadaku.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Terimakasih Rado,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>atas kesediaannya serta kerjasamanya siang ini. &#8221; kataku.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Hahha&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>aku jadi kepingin tertawa. Tadi kamu bilang dengan nada lembut merayu,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>bahwa kita berteman.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bahwa diantara hubungan pertemanan kita,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kamu tidak mengharap imbal balik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hahaha,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tiba-tiba aku diminta mengisi beginian.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi pertemananmu tidak tulus kan, Moira?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu manis padaku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>karena kamu berharap pekerjaanmu lancar,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dan daftar isianmu penuh terisi, kan?<\/p>\n\n\n\n<p>Kau dapat upahmu,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kau suruh-suruh aku repot mengerjakan tes.<\/p>\n\n\n\n<p>Hhh&#8230; aku harap jangan sering merepotkanku Moi, kecuali kau mau memberikanku hadiah.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>respon Rado panjang lebar.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku terhenyak,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>ternyata Rado juga impulsif, dari jawabannya tersirat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Satu-dua kalimat terucap, kondisi psikologisnya cepat berubah,&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>awalnya dia membuka dengan tertawa-tawa,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tetapi di ujung percakapan, nafasnya panjang dibuang, menandakan dirinya kesal.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku berusaha tetap tenang &#8220;Hadiah apa yang kau harapkan Rado,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku orang baru di sini,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>yang bisa kutawarkan ialah persahabatan yang tulus, Rado boleh mengutarakan isi hati padaku.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Nonsense!&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Omong kosong!&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dunia ini selalu penuh syarat.&nbsp; Dalam semua hal akan selalu ada imbal baliknya.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti kamu ada disini,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku yakin karena bayaran upahmu dari Chimera besar. Kalau kamu tidak digaji,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tidak dikasih uang sama Tuan Jonah!!<\/p>\n\n\n\n<p>Mana sudi kamu berteman denganku.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Puih!\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Rado meludah ke lantai.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku melirihkan suaraku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cRado,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku bukan orangnya Tuan Jonah,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>beliau tidak menggajiku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku digaji dari pemerintah, sekarang ini masa trainingku.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan nantinya kita tidak tahu kelanjutannya tentang keberadaan penghuni pulau ini, saat pergantian pemerintahan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Apapun bisa terjadi di pulau ini,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>karena tidak adanya kepastian hukum di sini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku ditugaskan untuk mendata semua penghuni pulau khususnya orang-orang yang berbakat.Bahkan pekerjaankupun juga di evaluasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kami butuh kerjasamamu. Kami yakin data yang baik, kerjasama yang baik akan mengubah nasibmu.&nbsp; Statusmu, keringanan hukuman bisa dan akan diperjuangkan,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tapi&#8230;kami harap kamu mau bekerjasama sama aku.<\/p>\n\n\n\n<p>Lagipula, serius, Rado ingin hadiah apa?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Saat ini aku ingin memiliki syal orange yang kamu pakai itu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Rasanya tentu hangat bila di leherku, ada syal itu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Apa kamu keberatan Moi?\u201d ujar Rado sambil tersenyum tipis, matanya memandang syal yang ada di leherku.<\/p>\n\n\n\n<p>Aduh,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku berpikir syal orangeku yang satunya telah aku berikan untuk Angel.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau yang ini aku berikan juga&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>aku sudah tidak punya syal lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Syal ini Mamaku yang merajutnya untukku.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hanya tinggal satu syal ini yang aku punya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMamamu bisa merajut lagi untukmu lain waktu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dan toh, gajimu besar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu bisa membeli syal lain di luar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu orang bebas, beda dengan aku.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Srrt, aku menarik syal dari leherku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tiba-tiba prajurit Rupert mendatangiku sambil berkata,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Nona Moira ingin memberikan syal ini kepada dia?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sini, biar kuberikan.&#8221; Kuberikan syal itu pada prajurit Rupert,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>lalu melalui ujung tongkat tonfa, syal itu di sodorkan ke Rado.<\/p>\n\n\n\n<p>Rado menyambut syal itu, lalu mengalungkan ke lehernya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kulihat Rado tertawa gembira saat mengibaskan ujung syal itu ke hidungnya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Wangi&#8230;hahaha&#8230;bau cewek..<\/p>\n\n\n\n<p>khas cewek..hahaha..wangi, wangi.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku tersenyum melihatnya, \u201cAku berharap kita berteman baik selamanya Rado\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPertemananku tulus, Moira. Suatu saat aku akan membalas apa yang pernah aku minta darimu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Terimakasih untuk syal orangenya, haha&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>Ah ya, antara aku dan kamu sebenarnya tidak ada hal yang bersifat pribadi,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tetapi ketahuilah, Moira,&nbsp; kamu ada di tempat dan di waktu yang salah.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Apa artinya, Rado?\u201d tanyaku segera.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cWaktu yang akan bicara, temanku Moira.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Waktu yang akan selalu bicara, Moira\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cOke, sudah cukup.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Cody dan Rupert ikat lagi dia, dan bawa keluar ular derik itu.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>tiba-tiba suara Dragono berkumandang di ruangan pemeriksaan,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>oh rupanya Dragono menggunakan mikropon di ruangan pengamat.<\/p>\n\n\n\n<p>Rado mengangkat tangan kanannya, menjentikan jempol kanan,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>klik..<\/p>\n\n\n\n<p>tiba-tiba lampu ruangan pemeriksaan mati.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Suara Rado mendesis.\u201cSuatu hari aku akan berurusan dengan dua orang yang ada di balik kaca itu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Dua orang dibalik kaca?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Itu Tuan Jonah dan Dragono.<\/p>\n\n\n\n<p>Dua orang petinggi prajurit yang sedang berdiri itu, nampak terlihat dari balik kaca ruang pengamat, karena sekarang lampu di ruang pengamat lebih terang dibanding ruang pemeriksaan yang mati lampu.<\/p>\n\n\n\n<p>Klik!&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>terdengar jentikan jempol Rado&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>lampu ruang pemeriksaan, tiba-tiba menyala lagi.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHmmm kau pamer kehebatan ya,\u201d suara Tuan Jonah melalui mik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDragono kau bantu kawal dia untuk kembali ke selnya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Dragono masuk ke ruang pemeriksaan,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>sorot matanya tajam menatap Rado yang duduk tersenyum-senyum.<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose dan aku saling bertukar pandang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku takjub, kemampuan elektrokinesis Rado itu ternyata benar-benar hebat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Prajurit Rupert menyuruh tangan Rado ke belakang dan mengikatnya dengan kabel plastik yang ditarik, sementara prajurit Cody mengangkat tongkat tonfanya di sandarkan ke bahunya,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tanda berjaga-jaga, lalu berkata,<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHei ular derik, ayo kembali ke kamarmu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cNikmatilah dunia ini yang hanya sementara&#8230;,\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Rado bersiul dan bernyanyi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Wajahnya seolah mengejek saat mulutnya monyong bersiul ke arah kaca pengamat,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dimana Tuan Jonah berada.<\/p>\n\n\n\n<p>Tinggal aku dan Mrs. Rose di ruang pemeriksaan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHmm&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>orang yang berkemampuan lebih dengan masalah psikologi yang dalam. Kata-katanya mengandung ancaman.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memastikannya aku nilai dulu hasil testnya, Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku balik dulu ke kamar.Mau merekap hasil test-test ini.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYa, Moi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kita ketemu saat jam makan malam.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku jemput ya.Besok kita mulai lagi observasi.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYa, Mrs. Rose.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sampai nanti.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Trims.\u201dAku keluar ruangan mendahului Mrs. Rose.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku mencopot dan mengembalikan mikrophone kepada Tuan Jonah yang masih duduk di ruang pengamat.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Terimakasih Tuan Jonah bersedia mengawal Moira.&#8221; kataku sambil mencoba tersenyum.<\/p>\n\n\n\n<p>Tuan Jonah menerima mikrophone tersebut, wajahnya tetap datar selama kuajak bicara.<\/p>\n\n\n\n<p>Hmm&#8230;benar-benar dingin.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku keluar dan berjalan menuju kamarku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku merasa energiku benar-benar habis hari ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Saat berjalan,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku membayangkan mandi dengan air hangat, lalu tidur sampai jam makan malam rasanya tentu nikmat sekali.<\/p>\n\n\n\n<p>***<\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan rencanaku semula, setelah mandi dengan air hangat,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku tetap tak bisa tidur.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mataku menatap langit-langit kamar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pikiranku berputar-putar.Akhirnya aku bangkit dan meraih berkas-berkasku.&nbsp; Selain Vicko yang puluhan kali di adu oleh Tuan Jonah sebagai petarung,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>ternyata Radopun terlihat membenci Tuan Jonah, kemungkinan perlakuan keras para prajurit membuat Rado membencinya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHmm&#8230;.hasil test MMPI-2 yang dilakukan di masa lalu, nyaris sama dengan kondisi yang sekarang,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kecuali yang dinyatakan satu orang ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Yang satu ini awal test, kondisi kejiwaan normal. Test kedua saat sudah aktif, agak menyimpang testnya, sebelum berurusan dengan hukum.<\/p>\n\n\n\n<p>Test terakhir positif dinyatakan menyimpang.\u201d aku bergumam sendiri,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>saat aku menemukan sebuah fakta yang penting tentang seseorang yang berbahaya di Chimera.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMoira&#8230;lagi sibuk ya?\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Henry menyapaku lewat telepatinya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYups, kamu bisa mengerti kan apa yang lagi aku kerjakan lewat pikiranku sekarang, Hen.\u201d Sahutku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKapan kamu akan mengunjungiku lagi?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAku belum tahu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Besok jadwalku untuk mengobservasi Mrs. Rose, Leman serta Vicko.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Aku meregangkan kedua kananku yang pegal karena dari tadi kedua sikuku bertumpu di atas meja, berkonsentrasi melihat berkas-berkas test.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMoi..\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYa, Hen?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTerima kasih karena mau mempercayaiku.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya kamu disini, membuat aku lebih kuat untuk bertahan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSama-sama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sehabis makan malam nanti, aku mau ke kamar Angel.Aku janji akan tidur disana malam ini.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAngel? Ooh si Curly ya, benar, kasihan anak itu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAngel sama sekali bukan anak-anak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Usianya hampir sama dengan kita.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSama bagaimana?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hei, aku hampir 30 tahun.Kamu pasti jauh dibawahku.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIya, Hen.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku baru 17 tahun.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tawa Henry meledak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201c17 tahun lewat yak&#8230;lewatnya banyak..\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Angel mengalami empati psikis saat dia menjelajah masa lalu seseorang,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>apa yang dialami orang itu, serasa dia alami juga.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang mengerikan kejadian kemarin saat Tuan Jonah memaksa Angel masuk ke masa lalu orang yang sedang mengalami kematian,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tubuh Angel sampai terbanting-banting di tanah.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Wah, kasihan benar si Angel ya Moi.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Sudah ya Hen,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>energiku sudah habis, bertelepati denganmu membuat badanku gemetaran,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku makan dulu ya,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>sampai ketemu besok.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ok, sweet heart,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>sampai jumpa,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>muuaach.&#8221; suara Henry terdengar menggemaskan di pikiranku.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku membereskan berkas pekerjaanku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dan keluar kamar menuju kamar Mrs. Rose untuk mengajak dia makan malam.<\/p>\n\n\n\n<p>Malam itu aku mendatangi kamar&nbsp; Angel,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku mengetuk pintu kamarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku membuka pintunya yang selalu tidak terkunci,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>seperti biasa Angel sedang duduk di lantai,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>wajahnya nampak termenung.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Hi Angel,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>bagaimana kabarmu,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Moi ingin menemanimu istirahat malam ini.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku membimbing Angel naik ke tempat tidur,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>sesungging senyum tipis nampak di wajahnya, nampaknya Angel bergembira dengan kedatanganku.<\/p>\n\n\n\n<p>Malam itu aku juga sudah kelelahan,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>melihat kasur seperti ingin cepat melebur dengannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dekat dengan Angel, pikiranku bergejolak ingin menanyakan pertanyaan khusus untuk Angel,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tentang keberadaan ayahku di masa lalu,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>namun melihat resiko yang bakal dihadapi Angel aku urungkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Biarlah aku dan Angel bersahabat dengan tulus dulu,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>apalagi melihat senyumannya,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku tak mau melukai persahabatan yang baru ku bangun ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Malam itu kamipun terlelap bersama.<\/p>\n\n\n\n<p>GLOSSARY<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tes MMPI&nbsp;(<em>Minnesota Multiphasic Personality Inventory<\/em><\/strong>) adalah tes psikometri yang&nbsp;digunakan untuk mengukur kondisi kejiwaan orang&nbsp;dewasa di&nbsp;dunia .&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan dari tes ini adalah memberikan gambaran tentang dimensi-dimensi kepribadian dan psikopatologi&nbsp;yang penting dalam klinik psikiatrik secara&nbsp;akurat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>MMPI merupakan hasil kolaborasi yang dikembangkan pada tahun 1930 dari seorang psikolog dan&nbsp;psikiater&nbsp;bernama Starke R Hathaway&nbsp;PhD dan Dr JC McKinley&nbsp;di Universitas<a href=\"https:\/\/id.m.wikipedia.org\/wiki\/Universitas_Minnesota\">&nbsp;<\/a>Minnesota.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk pertama kali MMPI direvisi pada tahun 1989 menjadi MMPI-2.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aku dan Mrs. Rose berjalan menunduk meninggalkan kamar Risty,&nbsp; kami berjalan ke arah ruang makan, untuk makan siang. Terbayang di pikiranku sesudah makan siang kami akan menjumpai Rado. Obyek observasi kami yang ketiga hari ini.&nbsp; Kami berdua sama-sama tak bernafsu untuk membuka percakapan,&nbsp; sesudah kejadian di kamar Risty dan Angel. Dragono berdiri di depan ruang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[144,147,37,16,146,139,145,141,140,38,138],"class_list":["post-115","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-chimera-project-the-gifted-ones","tag-action","tag-action-romance","tag-chapter-9","tag-chimera-project-the-gifted-ones","tag-novel","tag-novel-psikologi-indonesia","tag-psikologi-indonesia","tag-psychological-thriller","tag-psychological-thriller-action-romance","tag-rado-sang-elektrokinesis","tag-romance"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/115","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=115"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/115\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":117,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/115\/revisions\/117"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=115"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=115"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=115"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}