{"id":104,"date":"2020-07-16T13:42:24","date_gmt":"2020-07-16T06:42:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mordekhaivon.com\/?p=104"},"modified":"2020-07-16T16:11:06","modified_gmt":"2020-07-16T09:11:06","slug":"chapter-5-pertemuan-dengan-jeff-the-hacker","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mordekhaivon.com\/?p=104","title":{"rendered":"Chapter 5 Pertemuan dengan Jeff the Hacker"},"content":{"rendered":"\n<p>Aku tak menyangka Tuan Jonah hapal nama,&nbsp;<br>bahkan nama lengkapku.&nbsp;<br>Padahal sebelumnya berkali-kali dalam setiap percakapan dia memanggilku &#8216;Bocah&#8217;.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku baru menyadari panggilan bocah&nbsp;<br>kepadaku itu hanya untuk meremehkanku semata.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalimat-kalimat terakhir yang diucapkannya, semuanya untuk mengancamku.<br>Dimulai dari keselamatan nyawaku sampai ke keluargaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketamakannya akan uang membuatnya menghalalkan segala cara.<br>Oh,&nbsp;<br>jadi ini yang dimaksudkan dari kalimat Tuan Jonah pertama kali bertemu denganku,&nbsp;<br>aku melakukan tugasku dan kamu melakukan tugasmu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDia baru melalui masa sulit Tuan Jonah,&nbsp;<br>tak perlu Anda ancam-ancam lagi,\u201d ucap Mrs. Rose membelaku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAnda bukan manusia, Tuan Jonah!\u201d&nbsp;<br>aku berteriak dengan sisa keberanianku.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Hmmmh,&nbsp;<br>kau butuh ini? Terima!\u201d, dengus Tuan Jonah sambil melempar segepok uang ke tubuhku,&nbsp;<br>menimpa bagian dadaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku merasa sangat terhina.<br>Ikatan uang itu memantul dan jatuh ke lantai.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cItu hadiah dariku&nbsp;<br>untukmu, Bocah.&nbsp;<br>Sebenarnya aku bisa saja menghukummu karena kelancanganmu,&nbsp;<br>mau kusiksa kau habis-habisan,&nbsp;<br>atau kutaruh kau&nbsp;<br>tidur di salah satu sel di belakang,&nbsp;<br>tetapi hari ini hatiku sedang senang&nbsp;<br>dan&#8230;yah,&nbsp;<br>aku jadi ingin bermurah hati padamu.<br>Bagaimana?\u201d&nbsp;<br>perkataannya datar&nbsp;<br>seolah mengabaikan bahwa aku masih manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Tuan&nbsp; Jonah menyeringai, lalu dalam sekejap wajahnya berubah menjadi keras, kegeraman terpancar di wajah Tuan Jonah.<br>\u201cBawa dia pergi, Rose!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMoi, kita balik ke kamar, yuk,\u201d ajak Mrs. Rose.Tangannya menarikku untuk turun dari tangga.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPastikan Rose,&nbsp;<br>anak ini tidak berulah lagi. Bisa kan?\u201d timpal Dragono tak kalah garang saat menatapku,&nbsp;<br>dari sorot matanya nampak kemarahan yang ditahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose mengangguk, seolah pasrah.<br>Aku menendang ikatan uang itu dan berlari keluar ruangan Tuan Jonah,<br>langkah sepatu Mrs. Rose terdengar berada di belakangku.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku bergegas menuju kamarku.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku membuka kunci kamarku,&nbsp;<br>dengan jari-jariku yang gemetaran.&nbsp;<br>Telapak tanganku sama dinginnya dengan pegangan pintu yang kupegang.&nbsp;<br>Susah payah aku mendorong pintu kamarku.<\/p>\n\n\n\n<p>Kelelahan dan ketakutan kembali merambati diriku.<br>\u201cMoi, aku temani di kamarmu ya,\u201d ucap Mrs. Rose.<br>Aku tidak menjawab, perkataan Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku merebahkan diri di kasurku.&nbsp;<br>Perasaanku campur aduk antara ketakutan,&nbsp;<br>kengerian dan bayangan kematian Degardo berkelebat lagi di pikiranku, belum lagi ucapan ancaman yang dilontarkan oleh Tuan Jonah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIni gila Mrs. Rose,&nbsp;<br>orang mati terbunuh di depanku.&nbsp;<br>Dan darahnya&#8230;oh, Tuhan..\u201d aku menutup sebagian wajahku dengan bantal.<br>\u201cYa Moi, aku mengerti perasaanmu,\u201d ujar Mrs. Rose&nbsp; teduh.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu terasa air mataku mengalir lagi.<br>\u201cKau harus kuat Moi, inilah yang ada disini.\u201d<br>\u201cDan..gelar Vicko itu 15 kali juara tak terkalahkan? Apakah maksudnya&#8230; sebelumnya&#8230;<br>telah ada 15 kali pertandingan dan berakhir dengan 15 kali pembunuhan di atas arena?&nbsp;<br>Oh, tidak&#8230;<br>ini cuma mimpi kan?&nbsp;<br>Ini mimpi kan, Mrs. Rose?\u201d<br>Aku kembali terisak.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku sungguh tak mengira.&nbsp;<br>Kengerian tempat ini jauh melebihi perkiraanku.Raungan kesakitan Degardo saat kakinya patah,&nbsp;<br>serasa mengiang kembali di telingaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku menatap Mrs. Rose.Sorot matanya lembut dan penuh perhatian padaku.&nbsp;<br>Aku mengerjap,&nbsp;<br>\u201cMaafkan aku Mrs. Rose.&nbsp;<br>Aku larut dalam emosiku.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIstirahatlah Moi,&nbsp;<br>hari ini kamu sudah melewati pagi yang sangat berat di hidupmu.\u201d<br>\u201cTidurlah Moi,&nbsp;<br>nanti siang aku bangunkan, kita makan bersama nanti ya.&#8221;Mrs. Rose berdiri&nbsp;<br>dan beranjak pergi dari kamarku.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku mengangguk,&nbsp;<br>dan siang itu aku hanya sanggup termangu-mangu&nbsp;<br>di tepi ranjangku.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekitar dua jam kemudian Mrs. Rose datang lagi&nbsp;<br>ke kamarku membawa nampan&nbsp; berisi makan siang untukku.<br>&#8220;Makanlah Moi, supaya kamu tidak lesu seperti itu,&#8221; kata Mrs. Rose membuka percakapan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Aku belum lapar Mrs. Rose,&#8221; sahutku pendek.<br>Mrs.Rose duduk di sampingku,&nbsp;<br>di tepi ranjangku,&nbsp;<br>sementara nampan berisqi makan siang diletakkannya di atas lemari pakaianku.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Oh ya,<br>empat hari lagi,&nbsp;<br>Tuan Jonah akan kembali ke ibukota.&nbsp;<br>Dia ambil cutinya tiga hari, lalu kembali kemari membawa logistik.&nbsp;<br>Paling tidak dalam empat&nbsp; hari ini kamu sudah punya catatan awal para penghuni pulau ini untuk dilaporkan kepada pimpinan Tuan Jonah,&nbsp;<br>yakni Jendral Manton.&nbsp;<br>Beliau adalah ayah Risty.Kalau ada barang-barang yang kamu butuhkan,&nbsp;<br>kamu bisa titip dengannya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMasih perlukah di data, Mrs. Rose?&nbsp;<br>Bukankah tempat ini akan segera ditutup?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><br>\u201cItu kata Tuan Jonah,&nbsp;<br>entah kebenarannya bagaimana aku tidak tahu.Yang pasti,&nbsp;<br>saat ini tempat ini masih beroperasi.&nbsp;<br>Itu berarti kita masih harus melakukan tugas&nbsp;<br>tanggung jawab kita disini, bukan?&nbsp;<br>Aku sudah menyusun jadwal untukmu.&nbsp;<br>Sore ini kita berkeliling pulau ya, ditemani Pak No. Sekaligus sebagai&nbsp;<em>terapi alam<\/em>.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Aku menggumam, \u201cTerapi alam untuk menghilangkan efek traumaku ya Mrs. Rose?\u201d<br>\u201cYa Moi,&nbsp;<br>sekaligus sebagai refreshing, hehe..&nbsp;<br>Kita mulai dengan&nbsp;<br>yang menyenangkan dulu ya Moi,&nbsp;<br>karena jujur saja penghuni disini kasusnya berat-berat.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMrs. Rose,&nbsp;<br>saya butuh data psikologi mereka di masa lalu, adakah?\u201d pintaku pada Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBisa diusahakan.&nbsp;<br>Aku akan minta bantuan Jeff untuk mengakses data masa lalu mereka.&nbsp;<br>Inilah kelebihan kita, Moi.Akses kita tanpa batas, karena akses negara.&nbsp;<br>Data sekolah,&nbsp;<br>kesehatan,&nbsp;<br>wilayah yang pernah dikunjungi,&nbsp;<br>keluarga,&nbsp;<br>keuangan, pajak,&nbsp;<br>apapun bisa kita dapatkan.<br>Semoga besok siang sudah tersedia.&nbsp;<br>Oke.<br>Aku pamit dulu istirahat Moi. Nanti sekitar jam empat sore, kita keluar jalan-jalan ya, jangan lupa setelah ini makan dulu,&nbsp;<br>aku sudah bawakan ke kamarmu.\u201d<br>Mrs. Rose menepuk punggungku lembut&nbsp;<br>lalu keluar dari kamar.&nbsp;<br>Ia menutup pintunya dengan hati-hati dan perlahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Oh, Tuhan.<br>Tempat macam apa ini? Mengapa aku bisa berada di tengah-tengah kengerian yang tidak berujung,&nbsp;<br>dan aku tidak mampu menghalangi ataupun berbuat sesuatu untuk mencegah peristiwa brutal yang terjadi di depan mataku.<br>Kepalaku terasa pening.<br>Aku tak bisa berbuat apa-apa untuk mengakhiri pembunuhan manusia di depan mataku,&nbsp;<br>apalagi aku jelas tak mampu<br>menyadarkan Tuan Jonah,&nbsp;<br>bahwa apa yang dilakukannya sangat mengerikan.&nbsp;<br>Sebaliknya komandan tertinggi Chimera itu&nbsp;<br>begitu yakin bahwa&nbsp;<br>apa yang dilakukannya memprovokasi serta merekam pembunuhan, adalah hal yang benar&nbsp;<br>demi kepentingan militer.<br>Apa yang harus aku lakukan sekarang?<br>Gila.&nbsp;<br>Ini gila.<\/p>\n\n\n\n<p>***<\/p>\n\n\n\n<p>Aku sudah siap kala jam empat sore,&nbsp;<br>lagi-lagi Mrs. Rose datang tepat waktu.&nbsp;<br>Aku diajak keluar dari kamar,&nbsp;<br>bersama dengan dia terasa lebih nyaman bagiku, melewati beberapa prajurit, mereka menghormat pada Mrs.Rose dan aku,&nbsp;<br>dari sorot mata mereka nampak melirik diriku.<br>Entah apa yang mereka pikirkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku melihat sosok bertubuh kecil,&nbsp;<br>sedang berdiri mematung dihadapan kami,&nbsp;<br>memakai kaos putih dengan handuk tipis nampak menggantung di lehernya, wajahnya yang datar seolah tidak mempunyai ekspresi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPak No,&nbsp;<br>tolong antar kami keliling pulau, Ya.\u201d&nbsp;<br>Ucap Mrs. Rose kepada pria yang berdiri mematung tadi, bertubuh sedang,&nbsp;<br>berwajah polos berkumis tipis.&nbsp;<br>Aku ingat dalam presentasi Mrs. Rose yang lalu disebutkan dialah Pak Johno, orang yang dipercayai menjaga kebersihan<br>dan tukang masak di pulau Chimera.<\/p>\n\n\n\n<p><br>\u201cYa, Mrs. Rose, ya.\u201d&nbsp;<br>jawabnya seolah seperti orang menggumam.<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose membuka akses pintu gerbang dengan scan sidik jarinya,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dengan pindai jari tangan Mrs. Rose,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>gerbang Chimera terbuka. Sebenarnya aku juga ingin mencoba pindai tanganku, apakah aku punya akses juga untuk membuka gerbang kengerian ini?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mungkin sewaktu-waktu&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku perlu melarikan diri dari tempat mengerikan ini?<\/p>\n\n\n\n<p>Saat pintu gerbang pertama terbuka,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>nampaklah si raksaksa gundul,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dragono sedang berbincang-bincang dengan dua prajurit yang menyandang senjata laras panjang di depan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDragono,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kami mau keluar, melihat-lihat pulau,\u201d ucap Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>Pria gundul tinggi besar itu menatap kami. \u201cHmm..ombaknya sedang besar,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>berhati-hatilah Rose,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>jangan terlalu dekat pantai.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose tersenyum&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dan melambaikan tangannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Terasa perhatian Dragono kepada Mrs. Rose&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>saat menyuruh berhati-hati, dibandingkan sikap datar Dragono saat&nbsp; Tuan Jonah marah besar di ruangannya tadi pagi&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>ah,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku bisa menebak apakah Dragono menaruh hati kepada Mrs. Rose?<\/p>\n\n\n\n<p>Kami mulai melangkah keluar,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs.Rose seperti tour guide bagiku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dia menjelaskan dengan rinci setiap apa yang kami lewati.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cItu pembangkit listrik tenaga surya dan tenaga angin pulau Chimera, Moi. Pulau ini tak akan kekurangan energi listrik. Disana ada peternakan ayam dan sebelahnya kebun sayur organik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Penjaga-penjaga disini bergiliran mengelolanya.Tapi semua yang mengepalai tetap pak No.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ya kan, Pak No?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIya, Mrs. Rose, iya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Disana ada peternakan sapi.Itu untuk mencukupi konsumsi kita.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi agak bau, ya bau.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>ucap Pak No, masih dengan nada seperti menggumam, kepalanya banyak menunduk,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tidak memperhatikan wajah lawan bicaranya.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku dan Mrs. Rose mengikuti langkah Pak No.<\/p>\n\n\n\n<p>Aroma kotoran binatang tercium hidungku.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku menutup hidungku dengan tangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Setumpuk kotoran sapi ada di depan mataku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>membujur setinggi pundakku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPak No,&nbsp;apakah kotoran sapi&nbsp; ini mau dijadikan kompos ya ? Mengapa kotorannya tidak dijemur saja supaya cepat kering dan tidak bau?\u201d tanyaku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYa, itu mau dijadikan prebiotik, ya.\u201d sahut Pak No.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Prebiotik, Pak No? untuk apa itu?&#8221; tanyaku terheran-heran.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Itu nanti diolah lagi, itu dicampurkan ke rumput kering,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>jerami, proses lagi bisa jadi pakan ternak kering itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Ya, jadi pakan ternak lagi.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku tidak bertanya lagi, sudah cukup banyak peristiwa di pagi tadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Oh iya,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>walau nampak pendiam namun aku masih dapat mengingat bahwa Pak Johno ini ahli dalam herbal,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku diam-diam kagum akan kecerdasannya,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>walau dia juga ditengarai mempunyai gangguan pada masa lalunya.<\/p>\n\n\n\n<p>Terlihat di beberapa tempat di atas gundukan kotoran sapi itu tumbuh jamur-jamur bermekaran beraneka ukuran.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAstaga, jamur.Oekk..,\u201d aku nyaris muntah.<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose menarik tanganku untuk meninggalkan tempat itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Kami berjalan menuju pinggir pantai.<\/p>\n\n\n\n<p>Ombak bergulung-gulung mencapai pantai.Deburannya serta hembusan angin laut membuaiku seolah saat ini kami berada di tempat wisata.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDisana ada speed boat juga Moi. Itu speed boat inventaris pulau kita. Kuncinya ada di ruang Tuan Jonah,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tapi bensinnya kosong.\u201d&nbsp; Tutur Mrs. Rose layaknya pemandu wisata kawakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku menatap&nbsp; ke lokasi pinggir pantai,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>disitu tertambat perahu speed boat dalam posisi sudah di area yang tidak berair lagi,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dengan lilitan rantai besi dan gembok,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>yang tampak kokoh menjaganya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cWah,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tidak bisa kita pakai ya, buat keliling-keliling,\u201d ucapku dengan nada tak bersemangat.<\/p>\n\n\n\n<p>Pak No menjauhi kami dan memunguti kerang-kerang di pantai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ia berjongkok seperti anak kecil lalu menundukkan kepalanya memandang pasir yang ada di sekitar kakinya, seolah aku dan Mrs. Rose tidak ada di situ.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBisa dong. Kita ambil kuncinya&nbsp; dulu di ruang Tuan Jonah,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>terus ambil jerigen bensin di gudang logistik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Terus greeeng,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kita bisa keliling deh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi kamu yang nyetir ya Moi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Asal jangan terbalik lho, hahaha.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose menghentikan tawanya, ia menoleh kepadaku yang diam tak merespon gurauannya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMoi?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu sakit?\u201d tanya Mrs. Rose, ada nada kuatir di sana.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku menatap Mrs. Rose tepat di kedua bola matanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku menggengam tangan kanannya dengan kedua tanganku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMrs. Rose,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>bisakah tolong menjawab satu pertanyaanku, d<\/p>\n\n\n\n<p>an aku minta jawablah aku dengan sejujur-jujurnya?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Keriangan di wajah Mrs. Rose sirna.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ia&nbsp; berdehem dan memhembuskan nafas perlahan. \u201cPertanyaan apa, Moi?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Aku menarik napasku dalam-dalam&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>dan keluarlah pertanyaan yang selama ini berkecamuk dalam jiwa dan pikiranku. \u201cPertandingan Vicko itu telah 16 kali dilakukan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dan semua lawannya yang dikalahkan tentu mati di arena.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>papaku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kapten Marinir Gepardi adalah salah satunya?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Aku melihat mata Mrs.Rose sedikit membelalak, mulutnya dengan cepat menjawab pertanyaanku, selain terkejut, kutangkap kejujuran dalam raut mukanya saat ia menjawabku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Tentu saja tidak Moi, bukankah papamu hilang saat tugas melawan separatis?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mengapa kau tanyakan hal itu kepadaku?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku memalingkan wajahku sambil memandang ombak yang berdebur-debur,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku menjawabnya&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Entahlah Mrs. Rose, mungkin aku kelelahan dan stress, sesudah peristiwa mengerikan hari ini, maafkan aku ya Mrs. Rose.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Kami terdiam,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku berjongkok lalu duduk di pasir.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Menatap deburan ombak sanggup membuat pikiranku agak tenang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose berjongkok di dekatku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kami saling tidak bersuara beberapa waktu.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku memahami Mrs. Rose membiarkanku larut di pemandangan pantai.<\/p>\n\n\n\n<p>Entah berapa lama aku menikmati pemandangan pantai,<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose menggamit lenganku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ayo Moi,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kita balik kamar. Sudah mulai senja.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku berdiri,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>bergandengan dengan Mrs. Rose berjalan menjauhi pantai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pak Johno juga melangkah di belakang kami.<\/p>\n\n\n\n<p>*****<\/p>\n\n\n\n<p>Sesudah makan malam,aku balik ke kamarku, mempersiapkan diri untuk bertemu langsung dengan para penghuni Chimera esok hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Berkas pekerjaan kumasukkan dalam map plastik,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku rasa sudah cukup persiapan kerjaku esok hari.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku merasakan kelelahan dan beban mental yang berat ada di pikiranku.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku duduk bersila di lantai.Aku merelaksasi diri, membayangkan diriku di tempat yang kusukai, mengingat hal-hal yang membuatku nyaman, ingatanku pada suasana masa kecilku membuat diriku tenang.<\/p>\n\n\n\n<p>tetapi hal itu tak berlangsung lama, telingaku menangkap suara teriakan kesakitan di belakang sana ,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>qqmungkin arah lorong sel, dekat The Arena.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada apa lagi di sana ?Mengapa terdengar teriakan seperti itu?<\/p>\n\n\n\n<p>Aku merasa tidak nyaman lagi,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>aku membaringkan diri di tempat tidurku,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>kututup wajahku dengan bantal,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>supaya suara mengerikan tadi tidak terdengar,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>walau dalam hatiku ketakutan, akhirnya aku bisa terlelap juga.<\/p>\n\n\n\n<p>***<\/p>\n\n\n\n<p>Pagi ini Mrs. Rose menjadwalkanku untuk mengobservasi tiga orang penghuni berbakat Chimera. Jeff The Hacker, Henry&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>serta Ronaldo.<\/p>\n\n\n\n<p>Kami menghabiskan sarapan dengan cepat.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Moi, selalu ingat bahwa tugasmu mencatat,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>bila perlu mengajukan beberapa test psikologi untuk beberapa penghuni disini, kau laporkan ke Tuan Jonah dalam bentuk softcopy,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>biar tim di belakang Tuan Jonah yang memberikan hasil dan interpretasinya,&#8221; ucap Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Oh, ada tim psikologi juga di sekitar Tuan Jonah ya Mrs. Rose?&#8221; tanyaku keheranan.<br><\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ya Moi,&nbsp;<br>mereka adalah para psikolog&nbsp;<br>yang bekerja untuk negara, berikutnya beberapa berkas pengujian psikologi di sampaikan kepadaku via email, aku printkan untuk membantu pekerjaanmu.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Lalu buat apa peranku,&nbsp;<br>bila sudah ada yang ahli di sekitar Tuan Jonah?&#8221; tukasku.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Moi, bukankah proyek ini tinggal dalam hitungan bulan?&nbsp;<br>Kamu direkrut dengan tujuan sebagai jembatan ke psikolog pemerintah, d<br>an saat kamu menyelesaikan tugasmu disini,&nbsp;<br>kamu resmi menjadi pegawai pemerintah. Bukankah itu hal yang luar biasa bagimu?&#8221;<br>Aku terdiam,&nbsp;<br>mencoba<br>memahami kalimat Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>Ayo Moi, kita ke depan,&nbsp;<br>Jeff seharusnya di sel&nbsp;<br>di belakang,&nbsp;<br>tapi ia saat ini ada di ruang mess penjaga, kepandaiannya membuat Tuan Jonah memberi kepercayaan kepadanya untuk mengelola transaksi pertarungan,\u201d ucap Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>Lagi-lagi terasa bahwa Tuan Jonah mempunyai kuasa yang besar di sini,&nbsp;<br>bahkan<br>sangat mutlak dan absolut.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku berjalan di sisi Mrs. Rose, mengimbangi langkahnya yang ringan dan cepat.<br>&#8220;Prajurit, kami ingin bertemu dengan Jeff,&#8221; ucap Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSilahkah masuk Mrs. Rose.Jeff ada di dalam,\u201d sahut salah seorang prajurit penjaga.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPagi Jeff.Aku datang bersama Moira, nih,\u201d sapa Mrs. Rose hangat.<\/p>\n\n\n\n<p>Jeff, pria muda sebayaku, berkacamata mengenakan sweater tanpa lengan itu menoleh sejenak dari laptopnya,<br>\u201cHmm&#8230;pagi, Mrs. Rose.\u201dqq<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHello Jeff, aku Moira,\u201d sapaku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHmm..ya..,\u201d sahut Jeff tanpa menoleh padaku.<br>\u201cAyo Jeff,&nbsp;<br>Moira ini punya tugas untuk mendata dirimu&nbsp;<br>kalau kamu kooperatif padanya,&nbsp;<br>kamu bisa cepat bebas dari sini,\u201d ujar Mrs. Rose.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBagiku berada dimanapun sama saja Mrs. Rose.&nbsp;<br>Mau kapanpun bebas,&nbsp;q<br>aku oke-oke saja.&nbsp;<br>Asalkan ada komputer serta internet seperti ini,&nbsp;<br>aku sudah bahagia.<br>Ini data yang Anda minta Mrs. Rose.&nbsp;<br>Berkas psikologi data lama, dari semua penghuni di pulau ini, ada di sini.Termasuk aku.\u201d jawab Jeff sambil memberikan sebendel kertas.<\/p>\n\n\n\n<p>Mrs. Rose menerima kertas-kertas yang diberikan Jeff padanya.&nbsp;<br>\u201cTrims, Jeff.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMoi,&nbsp;<br>kamu duduk di depan Jeff. Jeff kamu matikan dulu komputermu dulu.&nbsp;<br>Biar Moira bisa bekerja.\u201d<br>kata Mrs. Rose halus kepada Jeff.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAduh,&nbsp;<br>jangan lama-lama.&nbsp;<br>Aku lagi repot,\u201d desis Jeff.<br>\u201cApplenya ditutup dulu,\u201d ulang Mrs. Rose lembut.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPagi Jeff.&nbsp;<br>Mohon maaf,&nbsp;<br>aku Moira mengganggumu&nbsp;<br>di tengah kesibukanmu.&nbsp;<br>Aku ditugaskan untuk mendata dirimu dari sisi ilmu psikologi.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cData psikologiku sudah aku berikan kepada Mrs. Rose barusan.&nbsp;<br>Data pribadikupun&nbsp;<br>ada semua disana.&nbsp;<br>Kurang apa lagi?&nbsp;<br>Ayolah Mrs. Rose,&nbsp;<br>diakan anak kemarin sore.\u201d<br>protes Jeff.q<\/p>\n\n\n\n<p>Aku tertegun,&nbsp;<br>walau aku bertutur dengan hati-hati,&nbsp;<br>nampak dari cara bicaranya Jeff tidak menyukaiku dan juga meremehkanku,&nbsp;<br>\u201cSemua data yang kamu berikan akan aku pertanggunjgwabkan dan aku rahasiakan seumur hidupku.<br>Maaf ya Jeff,&nbsp;<br>biarkan saya mendata&nbsp;<br>dan mencatat semua penghuni&nbsp; yang ditugaskan oleh pemerintah padaku.&#8221;<br>Jeff menjawab sambil tetap asyik dengan Apple -nya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYaa,&nbsp;<br>kalau kamu bisa mendapat informasi&nbsp;<br>kapan aku bisa lepas dari pulau ini, secara pasti,&nbsp;<br>aku apresiasi dirimu.<br>Bisa berkumpul dengan keluarga lagi,&nbsp;<br>lalu bisa ngelanjutin kuliah S2 ku lagi.<br>Nah itu baru info yang menguntungkan diriku.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cOkey,&nbsp; okeeey deh.<br>Kita buat ini menjadi mudah saja ya.Cepatlah tanya-tanya semua yang ingin kalian ketahui.&nbsp;<br>Sebenarnya memang enak juga disini, bisa bantu negara. Tapi statusnya itu yang tidak jelas.\u201d lanjut Jeff mencerocos seolah protes padaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Mataku beradu pandang dengan Mrs. Rose,&nbsp;<br>rasanya enggan bicara lagi dengan Jeff,&nbsp;<br>walau kami sebaya&nbsp;<br>ternyata Jeff menjengkelkan.Sulit diajak bekerjasama.&nbsp;<br>Mrs. Rose menangkap arti pandanganku.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku mengambil nafas panjang,&nbsp;<br>lalu berdehem,&nbsp;<br>dan memulai pertanyaanku.\u201cMengapa kamu meretas situs-situs negara, Jeff?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Aku mendapatkan responnya,&nbsp;<br>Jeff memandangku.&nbsp;<br>Ia mengambil posisi duduk relaks dan menjawab.&nbsp;<br>\u201cItu&#8230;demi pencapaian, Moi.Pencapaian.<br>Siapa sih yang tidak kepingin menjadi seperti George Hotz, Adrian Lamo,&nbsp;<br>Jim Geovedi,&nbsp;<br>Anonymous?<br>Itu semua obsesi kami.Menjadi hacker terhebat.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Aku mengenal&nbsp; nama yang disebutkannya.&nbsp;<br>Mereka tak lain adalah hacker-hacker terkenal yang sulit dilacak keberadaannya.<br>Kemampuan mereka meretas sangat luar biasa, dan rupanya inilah&nbsp;<br>yang memunculkan obsesi bagi Jeff,&nbsp;<br>menjadi hacker yang handal.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaat mencoba meretas, kalau berhasil aku puas.&nbsp;<br>Lalu aku mencoba membayangkan yang lebih tinggi lagi,&nbsp;<br>sampai akhirnya tertangkap,\u201d tambah Jeff.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMaaf Jeff.&nbsp;<br>Tolong jawab pertanyaan-pertanyaan ini ya,&nbsp;<br>supaya aku bisa mendata status psikologimu saat ini.Tolong ya Jeff.\u201d<br>Jeff menerima formulir daftar pertanyaan,&nbsp;<br>bahan pengujian psikologi yang kuberikan.<br>\u201cAyo, dibuat sekarang,&nbsp;<br>kita tungguin Jeff,\u201d ujar Mrs. Rose.<br>\u201cHadeeh, Mrs. Rose seperti dosen saja.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Dua jam berlalu.&nbsp;&nbsp;<br>Kulihat Jeff dengan serius telah menjawab semua lembar pengujian yang kuberikan.&nbsp;<br>\u201cOke Jeff,&nbsp;<br>terima kasih atas waktunya. Aku pamit dulu ya.&nbsp;<br>Ini ballpointmu,&nbsp;<br>aku kembalikan,&#8221;&nbsp; ucapku.<\/p>\n\n\n\n<p>Jeff menerima kembali ballpointnya tanpa suara,&nbsp;<br>dia memutar kursinya kembali menatap ke monitor komputer.<br>Rupanya ada dua layar monitor di situ,&nbsp;<br>satu untuk komputer Jeff,&nbsp;<br>satunya untuk pantauan CCTV pulau Chimera.<\/p>\n\n\n\n<p>Rupanya Jeff juga punya akses untuk memantau seluruh pulau itu.<br>Belum lagi tablet Apple yang ada di meja kerja,&nbsp;<br>wah benar-benar istimewa juga Jeff ini,&nbsp;<br>dunia ada di genggamannya, walau dia terpenjara di Chimera.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYuk, kita ke belakang,&nbsp;<br>ke selnya si ganteng Henry,\u201d ujar Mrs. Rose sambil mencolek sikutku,<br>\u201cWalau kelihatan&nbsp;<br>tidak berbahaya, kemampuan Henry sanggup mengacaukan pikiran, Moi. Kamu perlu hati-hati lho.\u201d<br>Wanita itu menepuk punggungku.<\/p>\n\n\n\n<p>Tanpa dikatakan,\u00a0<br>Mrs. Rose mencoba menggugah semangatku untuk bertemu sosok pria terganteng di pulau Chimera.<br>Aku berjalan mengikuti Mrs. Rose,\u00a0<br>aku benar-benar berharap pertemuanku dengan Henry bisa menyegarkan,\u00a0<br>tidak seperti Jeff yang walau sebaya,\u00a0<br>tetapi nampak menyebalkan.<\/p>\n\n\n\n<p>GLOSSARY<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Terapi alam <\/strong>Atau dikenal sebagai Ecotherapy adalah salah satu dari terapi psikologi\/ psychotherapy,&nbsp;<br>dengan&nbsp;memanfaatkan alam sebagai media terapi.<br>Studi menyatakan bahwa melakukan kegiatan luar ruangan di alam menurunkan tingkat stressor secara memuaska<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aku tak menyangka Tuan Jonah hapal nama,&nbsp;bahkan nama lengkapku.&nbsp;Padahal sebelumnya berkali-kali dalam setiap percakapan dia memanggilku &#8216;Bocah&#8217;. Aku baru menyadari panggilan bocah&nbsp;kepadaku itu hanya untuk meremehkanku semata.&nbsp; Kalimat-kalimat terakhir yang diucapkannya, semuanya untuk mengancamku.Dimulai dari keselamatan nyawaku sampai ke keluargaku. Ketamakannya akan uang membuatnya menghalalkan segala cara.Oh,&nbsp;jadi ini yang dimaksudkan dari kalimat Tuan Jonah pertama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[144,147,23,16,146,139,22,145,141,140,138],"class_list":["post-104","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-chimera-project-the-gifted-ones","tag-action","tag-action-romance","tag-chapter-5","tag-chimera-project-the-gifted-ones","tag-novel","tag-novel-psikologi-indonesia","tag-pertemuan-dengan-jeff-the-hacker","tag-psikologi-indonesia","tag-psychological-thriller","tag-psychological-thriller-action-romance","tag-romance"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/104","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=104"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/104\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":105,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/104\/revisions\/105"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=104"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=104"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mordekhaivon.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=104"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}